Xavi Hernández Memulai Era Baru Bersama Timnas Belanda

Xavi Hernández resmi memulai babak baru dalam karier kepelatihannya bersama Timnas Belanda. Mantan gelandang sekaligus pelatih Barcelona tersebut telah diperkenalkan sebagai pelatih baru Oranje dan mendapat kontrak hingga Piala Dunia 2030. Penunjukan ini menjadi langkah besar bagi Xavi sekaligus awal dari proyek baru Belanda setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
Xavi menggantikan Ronald Koeman yang meninggalkan kursi pelatih setelah Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026. Oranje harus mengakhiri perjalanan mereka di babak 16 besar setelah kalah dari Maroko melalui adu penalti. Hasil tersebut membuat federasi sepak bola Belanda mencari sosok baru untuk membangun kembali tim. Pilihan akhirnya jatuh kepada Xavi, yang kembali ke dunia kepelatihan setelah meninggalkan Barcelona pada 2024.
Kembali ke Akar Sepak Bola Belanda
Menariknya, Xavi memiliki hubungan yang sangat erat dengan filosofi sepak bola Belanda. Saat berkembang di akademi Barcelona, ia banyak mendapatkan pengaruh dari pemikiran Johan Cruyff dan Rinus Michels. Filosofi tersebut kemudian menjadi fondasi permainan penguasaan bola yang melekat pada gaya bermain Xavi sepanjang kariernya.
Karena itu, Xavi menganggap pekerjaan barunya bersama Belanda seperti kembali ke sumber inspirasi sepak bolanya. Ia ingin membawa kembali karakter permainan menyerang, penguasaan bola, keberanian, serta dominasi di lapangan. Dalam presentasinya, Xavi menegaskan bahwa dirinya ingin membangun tim yang berani dan memiliki mentalitas untuk memenangkan pertandingan.
Xavi juga tidak ingin Belanda bermain terlalu defensif. Ia lebih menyukai sistem yang memberikan kebebasan kepada para pemain untuk menguasai pertandingan, termasuk formasi seperti 4-3-3 dan 3-4-3. Filosofi tersebut diharapkan bisa menghidupkan kembali identitas sepak bola Oranje.
Membawa Energi Baru
Tantangan Xavi bukan hanya soal taktik. Ia juga dituntut membangun kembali kepercayaan diri para pemain setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia.
Pelatih berusia 46 tahun tersebut ingin menciptakan suasana seperti sebuah keluarga di dalam tim. Menurutnya, hubungan yang kuat antara staf pelatih dan pemain akan menjadi salah satu fondasi penting untuk meraih kesuksesan. Xavi juga telah mulai berkomunikasi dengan sejumlah pemain penting, termasuk Frenkie de Jong dan Virgil van Dijk.
Untuk mendukung proyek tersebut, Xavi membentuk staf yang memadukan orang-orang kepercayaannya dengan sosok yang memiliki pengalaman dalam sepak bola Belanda. Sergio Alegre, Óscar Hernández, Adil Ramzi, Ruud van Nistelrooij, Patrick Lodewijks, dan Iván Torres menjadi bagian dari tim kepelatihannya. Kehadiran Van Nistelrooij menjadi salah satu faktor menarik karena ia sebelumnya juga bekerja bersama Timnas Belanda.
Tantangan Pertama Menanti
Xavi tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Pertandingan pertamanya bersama Belanda akan langsung menghadirkan tantangan berat. Oranje dijadwalkan menghadapi Jerman pada 24 September dalam ajang UEFA Nations League di Amsterdam.
Laga tersebut akan menjadi kesempatan pertama bagi Xavi untuk menunjukkan bagaimana ide-ide sepak bolanya diterapkan di lapangan. Publik tentu akan menantikan apakah Belanda mampu tampil lebih agresif, dominan, dan atraktif di bawah kepemimpinannya.
Dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030, Xavi memiliki waktu yang cukup untuk membangun generasi baru Oranje. Ia bukan hanya dituntut memperbaiki hasil jangka pendek, tetapi juga menciptakan identitas permainan yang konsisten.
Era Xavi di Timnas Belanda akhirnya dimulai. Dengan filosofi yang memiliki hubungan kuat dengan akar sepak bola Oranje, ambisi besar, serta dukungan staf yang berpengalaman, proyek ini menjadi salah satu hal paling menarik untuk dinantikan dalam perjalanan sepak bola internasional menuju 2030.



