Tim medis timnas U19 pantau keadaan Reno Salampessy

Medan – Manajer kelompok nasional U19 Tanah Air Nova Arianto mengatakan, staf medis skuadnya terus memantau kondisi salah satu pemain andalan mereka, Reno Salampessy.
"Kami terus memantau, satu di antaranya pemain lain," ujar Nova Arianto pasca pertandingan kontra Vietnam.
Reno harus ditarik pergi dari pada menit ke-34 pada waktu Indonesia mengalahkan Vietnam 2-1 pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026 ke Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Mingguan (7/6), dikarenakan cedera. Kala itu, sikap Reno digantikan oleh Irpan Abadi Siregar.
Nova Arianto berharap Reno dapat pulih sehingga dapat meningkatkan kekuatan Indonesi dalam semifinal Piala AFF U19 2026 pada Kamis (11/6).
Reno memang benar berubah menjadi pemain penting ke skuad timnas U19 ketika ini. Anak dari eks bek timnas Tanah Air Ricardo Salampessy itu selalu tampil di dalam tiga laga Grup A Piala AFF U19 kemudian sudah ada menyumbangkan dua gol.
"Semoga kondisinya pada keadaan baik sehingga bisa jadi bermain lagi di semifinal," kata Nova.
Indonesia mengunci satu tempat pada empat besar Piala AFF U19 2026 lantaran berhasil berubah menjadi pemuncak klasemen akhir Grup A dengan mengantongi sembilan poin dari tiga laga.
Sementara Vietnam, yang ada ke kedudukan kedua, berharap bermetamorfosis menjadi pasukan peringkat kedua terbaik dari tiga grup yang dimaksud ada.
Indonesia mengincar trofi kampiun Piala AFF U19 2026 yang digunakan akan menimbulkan skuad Garuda dua kali menjuarai pertandingan yang dimaksud secara beruntun.
Sebelumnya, Nusantara berubah menjadi yang dimaksud terbaik pada Piala AFF U19 2024. Ketika itu, Tanah Air mengalahkan Thailand dengan skor satu-nol dalam partai puncak.
Secara total, Indonesia telah dilakukan mengantongi dua trofi Piala AFF U19, di mana satu lainnya direbut pada tahun 2013.
Adapun negara tersukses dalam Piala AFF U19 adalah Thailand lalu Australia yang mana sama-sama telah mengoleksi lima gelar kejuaraan juara.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



