Liverpool Tersungkur 2-3 dari Monaco Meski Sempat Unggul Dua Gol

NagabolaNews – Liverpool memang menelan kekalahan 2-3 dari Monaco pada laga pramusim di Anfield. Namun, hasil akhir bukan satu-satunya hal yang terlihat dari pertandingan pertama Andoni Iraola di stadion tersebut.
Dengan sejumlah pemain utama kembali tampil, Liverpool sempat memperlihatkan permainan yang menjanjikan. Alexander Isak dan Florian Wirtz membawa tuan rumah unggul 2-0 sebelum Monaco bangkit dan membalikkan keadaan lewat Aleksandr Golovin, Mika Biereth, dan Paris Brunner.
Isak dan Wirtz langsung memberi dampak
Iraola menurunkan tim yang mendekati komposisi terbaiknya. Alisson, Virgil van Dijk, dan Cody Gakpo mendapat kesempatan menjalani pertandingan pramusim pertama mereka.
Ada satu kejutan di lini depan. Lewis Koumas dipercaya mengisi sisi kanan, sementara Rio Ngumoha, Kieran Morrison, dan rekrutan baru Victor Munoz memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Curtis Jones tidak dimainkan sebagai langkah pencegahan, sedangkan Stefan Bajcetic masih menjalani proses pemulihan kebugaran bersama Jeremy Jacquet.
Liverpool langsung bermain agresif. Koumas menjadi salah satu pemain yang paling aktif di sisi kanan dan beberapa kali merepotkan pertahanan Monaco.
Kerja kerasnya ikut membuka jalan bagi peluang Gakpo pada awal pertandingan.
Liverpool akhirnya memimpin pada menit ke-16. Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch membangun kombinasi sebelum bola jatuh ke kaki Isak. Penyerang tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan dan mencetak gol pertamanya pada pramusim.
Wirtz kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-28.
Koumas kembali berperan dalam proses serangan. Ia mengirim bola ke tiang jauh untuk Gakpo, yang kemudian menyundulnya ke bawah. Setelah terjadi kemelut di depan gawang, Wirtz menjadi pemain yang menyelesaikan peluang tersebut.
Liverpool bahkan masih menciptakan ancaman lain. Kostas Tsimikas melepaskan tembakan keras yang hanya melebar setelah Gakpo bekerja keras merebut kembali penguasaan bola.
Namun, keunggulan dua gol itu tidak bertahan sampai turun minum.
Van Dijk menghentikan Aleksandr Golovin di area sekitar kotak penalti dan Monaco mendapatkan penalti. Golovin sendiri yang mengambil eksekusi tersebut dan menaklukkan Alisson pada menit ke-44.
Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk Liverpool.

Pergantian pemain mengubah jalannya laga
Iraola mulai mengutak-atik susunan pemain pada babak kedua. Giorgi Mamardashvili dan Wataru Endo masuk menggantikan Alisson dan Ifeanyi Ndukwe.
Endo langsung menunjukkan agresivitasnya dengan memenangkan dua duel udara.
Liverpool kemudian kehilangan bola lewat umpan Szoboszlai yang kurang rapi. Monaco memanfaatkannya untuk membangun serangan. Mamardashvili sempat melakukan penyelamatan awal, tetapi kemudian tidak mampu mengantisipasi Mika Biereth yang mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-56.
Iraola melakukan pergantian besar pada menit ke-60.
Van Dijk, Tsimikas, Gravenberch, Wirtz, Isak, dan Gakpo ditarik keluar. Luke Chambers, Milos Kerkez, Trey Nyoni, James McConnell, Rio Ngumoha, serta Munoz masuk menggantikan mereka.
Munoz pun akhirnya mendapatkan kesempatan menjalani debutnya bersama Liverpool.
Menariknya, Munoz ditempatkan di sisi kiri, sedangkan Ngumoha bergerak di kanan. Penempatan itu memperlihatkan kembali keinginan Iraola agar pemain sayapnya mampu beroperasi di kedua sisi lapangan.
Setelah banyak pergantian pemain, tempo permainan Liverpool ikut menurun. Monaco kemudian kembali memanfaatkan situasi bola mati.
Dari sebuah sepak pojok, Paris Brunner mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-88. Gol tersebut memastikan Monaco berbalik unggul 3-2.
Liverpool tidak mampu membalas sampai pertandingan berakhir.

Kekalahan yang tetap memberi bahan evaluasi
Hasil 2-3 jelas bukan penutup yang diinginkan Iraola untuk pertandingan pertamanya di Anfield. Apalagi Liverpool sempat tampil dominan dan unggul dua gol pada babak pertama.
Namun, pertandingan ini juga memberikan beberapa hal positif.
Isak langsung mencetak gol dalam laga pramusim pertamanya. Wirtz ikut mencatatkan namanya di papan skor. Koumas juga tampil aktif dan terlibat dalam terciptanya dua gol Liverpool.
Masalah mulai terlihat setelah pergantian pemain dalam jumlah besar. Tempo Liverpool menurun dan Monaco mampu memanfaatkannya, termasuk melalui situasi bola mati.



