olahragaSepak bola

Lionel Messi Resmi Tinggalkan Argentina: Akhir Sebuah Era Sang Legenda Setelah 21 Tahun Penuh Air Mata dan Trofi

Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina. Pada usia 39 tahun, megabintang yang selama lebih dari dua dekade menjadi wajah sepak bola Argentina tersebut mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional. Keputusan itu sekaligus menutup salah satu kisah paling luar biasa dalam sejarah sepak bola dunia.

Messi menyampaikan keputusan tersebut melalui unggahan di media sosial pada 31 Agustus 2026. Sang kapten Argentina mengaku bahwa keputusan tersebut tidak mudah. Setelah bertahun-tahun mempersembahkan hampir seluruh kariernya untuk La Albiceleste, Messi akhirnya merasa waktunya telah tiba untuk memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya.

Awal Perjalanan yang Tidak Selalu Indah

Perjalanan Messi bersama Argentina sebenarnya tidak selalu dipenuhi kejayaan. Ia melakukan debut untuk tim senior pada 2005 dan harus melewati periode panjang ketika prestasinya bersama klub tidak mampu sepenuhnya diterjemahkan ke level tim nasional.

Tekanan terhadap Messi bahkan begitu besar. Sebagai pemain yang bersinar luar biasa bersama Barcelona, ia kerap dibandingkan dengan legenda Argentina, Diego Maradona. Ekspektasi publik Argentina sangat tinggi karena mereka berharap Messi mampu membawa pulang trofi besar seperti yang pernah dilakukan Maradona pada Piala Dunia 1986.

Namun, beberapa kegagalan di final membuat hubungan Messi dengan sebagian pendukung Argentina sempat berada di titik yang sulit.

Puncaknya terjadi pada Copa América Centenario 2016. Argentina kalah dari Chile melalui adu penalti dan Messi yang gagal mengeksekusi tendangan penalti kemudian sempat mengumumkan keputusan untuk pensiun dari tim nasional. Namun, keputusan tersebut tidak bertahan lama.

Kecintaannya terhadap Argentina membuat Messi kembali dan terus berjuang.

Dari Kegagalan Menuju Masa Keemasan

Perubahan besar akhirnya datang pada 2021.

Messi berhasil membawa Argentina menjadi juara Copa América setelah mengalahkan Brasil di final. Trofi tersebut menjadi gelar senior pertamanya bersama tim nasional dan mengakhiri penantian panjang yang selama bertahun-tahun menjadi beban di pundaknya.

Setelah itu, karier Messi bersama Argentina memasuki periode emas.

Pada 2022, Messi akhirnya mendapatkan trofi yang selama ini paling diinginkannya: Piala Dunia.

Argentina menjadi juara dunia setelah melewati final dramatis melawan Prancis di Qatar. Messi mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut sebelum Argentina akhirnya menang melalui adu penalti. Kesuksesan itu mengubah pandangan banyak orang terhadap perjalanan Messi bersama tim nasional.

Ia tidak lagi hanya dianggap sebagai pemain hebat yang gagal membawa Argentina meraih trofi. Messi akhirnya menjadi kapten yang berhasil mengantarkan negaranya ke puncak dunia.

Argentina kemudian kembali meraih Copa América pada 2024. Dengan tiga gelar besar secara beruntun, era Messi bersama Argentina menjadi salah satu periode paling sukses dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Piala Dunia 2026 Menjadi Pertandingan Terakhir

Menariknya, pertandingan terakhir Messi bersama Argentina terjadi di panggung terbesar.

Pada Piala Dunia 2026, Argentina berhasil kembali mencapai final. Messi yang sudah berusia 39 tahun masih menjadi bagian penting dari skuad dan tampil dalam turnamen yang menjadi Piala Dunia keenam sepanjang kariernya.

Namun, akhir ceritanya tidak sesuai dengan harapan.

Argentina harus menghadapi Spanyol di partai final dan akhirnya kalah 0-1. Kekalahan tersebut membuat Messi menutup perjalanan Piala Dunianya dengan status runner-up.

Bagi banyak penggemar, final tersebut sebenarnya sudah terasa seperti pertandingan perpisahan. Messi sendiri disebut telah menulis pesan pensiunnya hanya dua hari setelah pertandingan final, tetapi baru membagikannya kepada publik beberapa waktu kemudian.

Keputusan tersebut semakin kuat setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada 8 Agustus 2026.

Statistik Luar Biasa Bersama Argentina

Messi meninggalkan Argentina dengan catatan yang sulit untuk dikejar generasi berikutnya.

Ia mencatat 207 penampilan dan 125 gol untuk tim nasional Argentina, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak dan pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah negaranya.

Ia juga tampil dalam enam edisi Piala Dunia dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah turnamen tersebut.

Lebih penting lagi, Messi meninggalkan Argentina dengan koleksi trofi yang lengkap: Copa América 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa América 2024. Ia juga pernah membawa Argentina meraih medali emas Olimpiade 2008 bersama tim nasional usia muda.

Bukan Akhir dari Karier Sepak Bola

Pensiun dari tim nasional bukan berarti Messi langsung berhenti bermain sepak bola.

Messi masih melanjutkan karier klubnya bersama Inter Miami. Artinya, para penggemar sepak bola masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan aksi sang legenda di level klub. Messi sendiri masih terikat kontrak dengan Inter Miami hingga 2028.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa Messi ingin menutup babak Argentina dengan tenang. Ia telah memberikan hampir seluruh kariernya untuk negara tersebut dan akhirnya berhasil mencapai sesuatu yang dahulu terlihat hampir mustahil.

Akhir yang Layak untuk Sang Legenda

Perjalanan Messi bersama Argentina adalah kisah tentang tekanan, kegagalan, kritik, air mata, kebangkitan, hingga kejayaan.

Ia pernah meninggalkan tim nasional setelah kegagalan di final. Ia pernah dikritik karena dianggap tidak mampu membawa Argentina meraih gelar. Ia pernah gagal dalam sejumlah final besar.

Namun Messi kembali.

Dan pada akhirnya, ia berhasil memberikan Piala Dunia kepada Argentina.

Kini, setelah 21 tahun membela La Albiceleste, waktunya benar-benar tiba bagi Messi untuk menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya.

Kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 mungkin bukan akhir yang sempurna. Namun, warisan Messi tidak ditentukan oleh satu pertandingan.

Warisan itu dibangun dari ratusan pertandingan, 125 gol, enam Piala Dunia, tiga trofi besar bersama Argentina, dan sebuah Piala Dunia yang selama bertahun-tahun menjadi impian terbesar dalam hidupnya.

Lionel Messi pergi dari tim nasional Argentina sebagai seorang juara dunia, kapten, pencetak gol terbanyak, pemilik rekor penampilan terbanyak, dan salah satu legenda terbesar yang pernah mengenakan jersey biru-putih.

Era Messi bersama Argentina akhirnya berakhir. Tetapi kisahnya akan terus menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia.

Related Articles

Back to top button