PT Hankook Tire Sales Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 130 persen pada segmen passenger car radial (PCR) dan 125 persen pada segmen truck & bus radial (TBR) selama semester I-2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Perusahaan ban yang memiliki pabrik di Kawasan Industri Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat itu menyebut capaian penjualan tersebut didorong oleh strategi penyediaan ban yang disesuaikan dengan karakteristik kendaraan, seiring meningkatnya penjualan kendaraan listrik (EV), sport utility vehicle (SUV) dan kendaraan niaga di Indonesia.
“Industri otomotif sedang bergerak menuju era yang semakin spesifik. Kendaraan listrik, SUV, maupun kendaraan niaga memiliki karakter yang berbeda sehingga membutuhkan teknologi ban yang berbeda pula,” kata President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia Bartek (Byunghak) Choi dalam keterangan tertulis, Selasa.
Choi menjelaskan segmen ban PCR milik Hankook mampu tumbuh 130 persen berkat strategi yang memperkuat portofolio ban, termasuk varian ban kendaraan listrik yang diwujudkan melalui pengembangan lini Hankook iON (EV-specialized tire).

Menurut dia, Hankook iON mampu menopang bobot kendaraan listrik yang lebih berat karena beban baterai, memiliki tingkat kebisingan lebih rendah, serta hambatan gulir (rolling resistance) lebih kecil untuk membantu meningkatkan efisiensi energi.
Hingga awal 2026, Hankook menghadirkan portofolio iON yang semakin lengkap di Indonesia, mulai penggunaan harian di perkotaan hingga perjalanan jarak jauh (touring) dengan berbagai pilihan ukuran dari 16 inci hingga 21 inci.
Adapun untuk lini kendaraan sport utility vehicle (SUV), perusahaan asal Korea Selatan itu menghadirkan jenis ban Dynapro yang tersedia dalam ukuran 14 hingga 22 inci untuk kebutuhan onroad, offroad dan kombinasi.
Perusahaan menyebut lebih dari 90 persen produk Dynapro diproduksi di Indonesia sehingga mampu menjaga ketersediaan produk sekaligus memenuhi kebutuhan pasar domestik secara lebih cepat.
Segmen truck & bus radial (TBR) atau kendaraan niaga juga mencatatkan pertumbuhan bisnis 125 pada semester pertama 2026.
Kenaikan itu ditopang meningkatnya aktivitas logistik, pertambangan, kehutanan, hingga transportasi publik.
Untuk ban jenis TBR, Hankook mengandalkan AH30 untuk sektor logistik, AM09 dan DM04 untuk pertambangan berat, lalu AU56 untuk armada bus listrik.
Hankook juga membuka layanan pendampingan teknis “Fleet Solution Service Program” yang mencakup pelatihan manajemen ban, inspeksi berkala, konsultasi teknis, hingga program preventive maintenance.
Layanan itu diharapkan dapat membantu operator armada dalam mengoptimalkan performa ban, mengefisienkan biaya, sekaligus meningkatkan produktivitas operasional.
“Kami tidak hanya ingin menjual ban, tetapi juga membangun pemahaman bahwa penggunaan ban yang tepat akan mempengaruhi keselamatan, efisiensi bahan bakar atau energi, kenyamanan berkendara, hingga biaya kepemilikan kendaraan yang lebih efisien dalam jangka panjang,” tambah Choi.
Untuk semester kedua 2026, Hankook akan melanjutkan strategi pertumbuhan melalui penguatan edukasi pasar serta penyempurnaan portofolio produk.
Mereka juga memperluas akses konsumen melalui pengembangan jaringan Hankook Wings agar layanan purna jual kian mudah dijangkau.
“Karena itu kami akan terus berinvestasi pada inovasi, edukasi, penguatan jaringan distribusi, serta pengembangan produk yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia. Kami percaya strategi ‘the right tire for the right vehicle’ akan menjadi fondasi pertumbuhan Hankook dalam jangka panjang,” tutup Choi.



