Cesc Fabregas telah punya firasat Como akan main ke Kejuaraan Champions

Ibukota Indonesia – Pelatih kepala Como Cesc Fabregas mengungkapkan sudah ada mempunyai firasat sejak pekan setelah itu bahwa tim asuhannya akan bermain ke Kompetisi Champions untuk pertama kali sepanjang sejarah klub ini.
Firasat ini datang satu hari sebelum menang satu-nol melawan Parma pada Mingguan (17/5), sebelum kepastian bermain di Kompetisi Champions musim depan berlangsung berkat kemenangan 4-1 berhadapan dengan Cremonese, Mulai Pekan dini hari WIB, pada saat AC Milan tumbang 1-2 untuk regu tamu Cagliari.
Situasi ini menyebabkan Como naik juga finis pada sikap keempat dengan 71 poin, satu poin dalam berhadapan dengan Milan yang berada pada tempat kelima.
“Saya punya firasat sehari sebelum bertarung dengan Parma bahwa apabila kami menang dua kali, kami akan lolos ke Kompetisi Champions,” kata Fabregas terhadap DAZN Italia pada Senin.
Fabregas telah mencetak sejarah ketika mengakibatkan klub kecil ini ke kompetisi Eropa setelahnya iklan dari Serie B dua tahun lalu, pasca mengalahkan Verona satu-nol pada laga pekan ke-36.
Tim ini mempertajam sejarah yang dimaksud mereka buat pasca lolos ke Kompetisi Champions musim depan, sama-sama Roma yang digunakan sudah ada absen selama tujuh tahun, Inter Milan juga klub Napoli sebagai juara kemudian runner-up liga musim ini.
Salah satu kuncinya adalah bagaimana Como konsisten ke lima laga terakhir, dengan empat kemenangan serta sekali seri. Di sisi lain, Milan menelan tiga kekalahan, satu seri, dan juga sekali menang.
Juventus juga kehilangan tajinya pada lima laga terakhir setelahnya mendapatkan tiga kali seri, satu kekalahan, lalu cuma satu kali kemenangan.
“Saya menunjukkan video pribadi pesepeda untuk para pemain. Dia berada di dalam tempat keenam, tetapi ke sprint terakhir ia mengayuh lebih tinggi keras juga meraih kemenangan balapan. Itulah yang tersebut kami lakukan musim ini," kata ahli dengan syarat Spanyol berusia 39 tahun itu.
Saat Fabregas datang ke Como, klub itu masih berada di dalam Serie B. Ia kemudian membantu mendirikan klub dari nol, diantaranya merancang pusat latihan.
Ia sangat bangga dengan kerja keras semua pemain di musim ini lalu mengatakan pencapaian ini "mahakarya seluruh tim".
“Kami para ahli hanya saja memacu mereka, memberi opsi, memberi tahu ke mana ruang kosong berada, tetapi merekalah yang mana melakukannya dalam lapangan. Saya sangat bahagia untuk warga Como, mereka pantas merasakan kebahagiaan ini," tutup dia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam portal web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



