“Bill Gates” Indonesia Masuk Daftar 10 Orang Terkaya Tanah Air, Ini Profilnya

Nagabolanews – Nama Otto Toto Sugiri kembali masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes per 14 Juli 2026.
Pengusaha teknologi yang kerap dijuluki “Bill Gates Indonesia” ini menduduki peringkat ketujuh dengan kekayaan bersih mencapai 8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 144,5 triliun, sekaligus menempatkannya di posisi ke-460 dalam daftar orang terkaya dunia.
Otto merupakan co-founder dan direktur PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data (data center) yang menjadi tulang punggung kekayaannya.
Julukan “Bill Gates Indonesia” disematkan kepadanya berkat kiprah panjang di industri teknologi, mulai dari membangun penyedia internet pertama di Indonesia hingga mendirikan pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara. Berikut profil lengkapnya.
Profil Otto Toto Sugiri
Otto Toto Sugiri merupakan pengusaha teknologi yang memulai perjalanan kariernya setelah menyelesaikan gelar Master of Science in Engineering di RWTH Aachen University, Jerman, pada 1980.
Sekembalinya ke Indonesia, ia memulai proyek pertamanya berupa pembuatan perangkat lunak lokal, termasuk program untuk perusahaan minyak dan pengelolaan pencairan pinjaman nelayan di Papua.
Pada 1983, Otto bergabung dengan Bank Bali untuk mengembangkan perangkat lunak akuntansi yang membantu efisiensi operasional perbankan.
Enam tahun kemudian, pada 1989, ia mendirikan perusahaan perangkat lunak Sigma Cipta Caraka bersama enam mantan rekan kerjanya di Bank Bali, salah satunya Marina Budiman.
Dengan modal awal 200.000 dollar AS, Sigma Cipta Caraka berkembang pesat memanfaatkan momentum deregulasi industri perbankan di Indonesia yang membuat jumlah bank melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 240 bank.
Perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Telkom Indonesia pada 2008 senilai 35 juta dollar AS dan kini dikenal sebagai Telkomsigma.
Salah satu pencapaian terbesar Otto adalah mendirikan Indointernet (Indonet) pada 1994 bersama Marina Budiman, layanan penyedia internet (ISP) pertama di Indonesia yang memungkinkan masyarakat menjelajahi internet untuk pertama kalinya.
Indonet kemudian melantai di bursa saham pada 2021, sebelum Otto dan para pendiri lainnya menjual kepemilikan saham mereka kepada perusahaan asal Singapura, Digital Edge, pada 2023.
Membangun kerajaan Data Center
Setelah menjual Sigma Cipta Caraka, Otto sempat berencana pensiun. Namun, kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan pusat data dalam negeri membuka peluang baru baginya.
Pada 2011, ia bersama sejumlah rekan, termasuk Marina Budiman dan Han Arming Hanafia, mendirikan PT DCI Indonesia (DCII), yang kini berkembang menjadi salah satu operator pusat data terbesar di Indonesia.
Langkah strategis Otto berikutnya adalah mengupayakan sertifikasi Tier IV untuk DCII pada 2014, menjadikannya pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara dengan tiga lokasi utama di Cibitung, Karawang, dan Jakarta.
Sertifikasi ini menjamin ketersediaan layanan bahkan saat terjadi gangguan besar, dan menjadi daya tarik utama bagi klien korporasi. DCII kemudian melantai di bursa saham pada 2021 dengan harga penawaran awal Rp 420 per saham.
Kekayaan Otto Toto Sugiri
Berkat kiprahnya membangun ekosistem teknologi dan data center di Indonesia, kekayaan bersih Otto Toto Sugiri per 14 Juli 2026 tercatat mencapai 8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 144,5 triliun.
Angka tersebut menempatkannya di peringkat 460 daftar orang terkaya dunia versi Forbes, sekaligus di posisi ketujuh dalam daftar orang terkaya Indonesia, tepat satu tingkat di atas rekan sekaligus mitra bisnisnya, Marina Budiman



