Blog

Delapan Tim Berebut Gelar FIBA 3×3 Shanghai Final 2026, Belanda Jadi Unggulan

Dokumentasi delapan pemain yang mewakili tim masing-masing dalam FIBA 3×3 Women’s Series Project Redwings Shanghai Final 2026. HO-FIBA 3×3

Persaingan menuju gelar juara FIBA 3×3 Women’s Series Project Redwings Shanghai Final 2026 dipastikan berlangsung sengit. Delapan tim terbaik akan bertarung di West Bund Artistic Center, Shanghai, China, pada 5-6 September 2026.

Delapan kontestan tersebut adalah Belanda, Ulaanbaatar Amazons, Rapid Bucharest, Neftchi Socar, Prancis, China, Beijing, dan Jerman. Masing-masing tim datang dengan kekuatan serta pemain andalan yang berbeda.

Belanda Punya Statistik Mengesankan

Belanda menjadi tim yang paling diunggulkan berdasarkan catatan statistik sepanjang musim. Mereka mencatat persentase kemenangan mencapai 91,9 persen dengan rata-rata 19,1 poin per pertandingan.

Tidak hanya produktif, pertahanan Belanda juga sangat solid karena rata-rata hanya kebobolan 10,6 poin per laga. Ilse Kuijt dan Noortje Driessen menjadi dua pemain yang diharapkan kembali menjadi tumpuan.

Ulaanbaatar Andalkan Assist dan Rebound

Ulaanbaatar Amazons memiliki senjata berbeda. Khulan Onolbaatar tercatat mengoleksi 62 assist kunci, sementara Ariuntsetseg Bat-Erdene berada di posisi ketiga dalam statistik total rebound dengan 175.

Kombinasi kreativitas dalam membangun serangan dan kemampuan memenangkan perebutan bola menjadi kekuatan utama Ulaanbaatar.

Rapid Bucharest Kuat di Bawah Ring

Rapid Bucharest juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka memimpin statistik rebound dengan rata-rata 17,8 rebound setiap pertandingan.

Hortense Limouzin menjadi salah satu pemain penting. Selain mencatat jumlah drive yang tinggi, ia juga berada di posisi kedua dalam total poin serta nilai pemain.

Neftchi Socar Punya Andalan Lengkap

Neftchi Socar memiliki Alexandra Mollenhauer sebagai pemain utama. Sang pemain memimpin sejumlah kategori statistik, termasuk nilai pemain, poin, assist kunci, tembakan dua angka, hingga lemparan bebas.

Performa Mollenhauer berpotensi menjadi faktor penting bagi perjalanan Neftchi Socar di babak final.

Prancis dan Tuan Rumah China Siap Memberi Kejutan

Prancis mengandalkan Marie-Eve Paget yang memiliki kemampuan bermain serba bisa. Mereka juga mempunyai pertahanan yang cukup kuat dan tercatat berada di posisi ketiga dalam rata-rata perolehan poin dengan 12,7 poin per laga.

Sementara itu, China mendapatkan keuntungan besar karena bermain di hadapan pendukung sendiri. Mereka sebelumnya berhasil menjuarai Women’s Series Xiantao.

Beijing juga mempunyai pemain yang patut diperhatikan, yakni Zhang ZhiTing. Ia telah mengoleksi 190 poin sepanjang Women’s Series dan menempati posisi keempat dalam daftar pencetak poin.

Jerman Mengandalkan Pertahanan

Jerman menjadi tim terakhir yang melengkapi delapan peserta final. Mereka memiliki kekuatan utama di sektor pertahanan dengan rata-rata dua blok setiap pertandingan.

Marie Reichert dan Ama Degbeon akan menjadi pemain penting untuk memimpin perjuangan Jerman dalam memperebutkan gelar penutup musim 2026.

Dengan delapan tim membawa keunggulan masing-masing, FIBA 3×3 Women’s Series Project Redwings Shanghai Final 2026 diprediksi menghadirkan persaingan ketat. Belanda memang datang sebagai unggulan, tetapi performa tim lain membuat peluang juara tetap terbuka lebar.

Related Articles

Back to top button