
Asosiasi Pemain Bola Basket Nasional Perempuan di AS (Women’s National Basketball Players Association/WNBPA) menegaskan komitmen mereka terhadap keberagaman dan inklusif dalam perdebatan mengenai atlet transgender.
Dalam laporan ESPN, Sabtu, WNBPA menyampaikan organisasi itu menegaskan bahwa keadilan, kesetaraan, keberagaman, dan inklusif merupakan nilai yang menyatukan anggota serikat.
“Nilai-nilai itu memungkinkan kami melindungi olahraga perempuan sekaligus menciptakan perubahan transformatif. Jadi kebencian, pelecehan, dan demonisasi terhadap siapa pun, termasuk transgender, hanya memicu ketakutan, perpecahan, dan kerugian,” demikian pernyataan WNBPA.
WNBPA juga menolak menjadi alat politik dalam isu olahraga putri yang memicu polemik politik di Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut muncul 17 hari setelah guard Indiana Fever Sophie Cunningham berbicara mengenai keikutsertaan atlet transgender dalam olahraga putri. Cunningham mengatakan tidak membenci transgender, tetapi menilai perlindungan terhadap perempuan dan anak perempuan di ruang ganti serta kompetisi perlu diperhatikan.
Isu itu kemudian mendapat perhatian politik di AS. Sejumlah pemain dan pelatih Women’s NBA (WNBA) juga menyuarakan dukungan terhadap atlet transgender, termasuk center Seattle Storm Stefanie Dolson dan pelatih Minnesota Lynx Cheryl Reeve.
Reeve menyebut perlindungan terhadap anak transgender sebagai persoalan hak asasi manusia dan menilai setiap anak berhak mendapatkan kesempatan berolahraga.
WNBPA juga mengajak pemain dan penggemar melaporkan perilaku penuh kebencian, kekerasan, atau pelecehan kepada petugas keamanan.



