Warisan besar Pep Guardiola untuk Kompetisi Inggris serta sepak bola

Ibukota Indonesia – Guardiola sudah ada dua kali meninggalkan grup yang dilatihnya saat tim-tim itu masih membutuhkannya.
Pertama, pada saat meninggalkan Barcelona bersatu 14 trofi yang mana didapat klub itu selama empat tahun diarsiteki Guardiola 2008 sampai 2012, di antaranya dua trofi Kompetisi Champions kemudian dua Piala Global Klub.
Dia pergi mencari tantangan baru, sambil menyandang predikat "manajer sepak bola paling sukses di dalam Spanyol", yang kemungkinan besar menandingi dan juga bahkan melampaui mentor lalu sekaligus idolanya, Johan Cruyff.
Pelabuhan beliau berikutnya ketika itu adalah Bayern Muenchen.
Dua tahun sama-sama Bayern dari 2013 sampai 2015, Guardiola juga sukses besar walau tanpa trofi Turnamen Champions. Namun beliau tetap dapat mempersembahkan trofi Piala Planet Klub yang tersebut adalah satu dari delapan trofi yang beliau persembahkan untuk Bayern.
Dia sesudah itu rehat hampir satu musim sebelum menerima pinangan Manchester City pada 2016.
Uniknya, beliau bertahan lama sama-sama klub Kejuaraan Inggris itu, 10 tahun, dari 2016 sampai 2026.
Tapi kemudian tanpa peringatan muncul kabar bahwa ia akan meninggalkan kursi kepelatihan The Citizens segera pasca musim ini berakhir. Seketika itu pula dunia sepak bola Inggris heboh.
Padahal ketika itu City berada dalam berpacu dengan Arsenal guna menjuarai liga sewaktu kompetisi menyisakan dua pertandingan lagi.
Mungkin akibat itu Erling Haaland cs berubah menjadi agak gugup kala menghadapi Bournemouth sehingga gagal mengalahkan tim ini, yang akibatnya menciptakan Arsenal lebih besar cepat dinobatkan sebagai juara liga tanpa mengantisipasi pertandingan liga terakhir pada akhir pekan ini.
Entah apa yang dimaksud mendasari Guardiola untuk mundur, padahal kontraknya masih berlaku sampai 2027.
Ada yang bilang ia hendak bersiap berubah menjadi ahli regu nasional Spanyol, tapi berbagai juga yang tersebut mengemukakan ini ada kaitannya dengan kesulitan hukum yang dihadapi manajemen City.
City memang sebenarnya sedang dijerat 115 dakwaan yang digunakan berkaitan dengan pelanggaran berhadapan dengan aturan Financial Fair Play, pada kurun 2009-2018.
Skandal itu pertama kali dilaporkan oleh koran Jerman, Der Spiegel, pada 2018, yang mewartakan bocoran email internal manajemen Manchester City.
Menciptakan sejarah
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



