Manchester United Comeback ke Liga Champions dengan Ganas! Sabah Dihajar 4-0 di Old Trafford

Manchester United mengawali kembalinya mereka ke panggung Liga Champions dengan pesta kemenangan di Old Trafford. Menjamu debutan asal Azerbaijan, Sabah FK, pada Kamis (10/9/2026) dini hari WIB, Setan Merah tampil dominan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-0.
Empat gol United dicetak oleh Matheus Cunha, Bruno Fernandes, Benjamin Sesko, dan Lisandro Martínez. Hasil tersebut menjadi awal yang sangat positif bagi pasukan Michael Carrick setelah Manchester United kembali tampil di kompetisi elite Eropa setelah absen selama tiga musim.
Cunha Buka Pesta di Old Trafford
Sabah sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup berani. Tim asal Azerbaijan tersebut tidak hanya bertahan total, tetapi beberapa kali mencoba keluar dari tekanan dan membangun serangan. Bahkan, Joy-Lance Mickels sempat mendapatkan peluang bagus untuk menyamakan kedudukan sebelum United benar-benar mengambil kendali pertandingan.
Namun, kualitas individu para pemain Manchester United akhirnya menjadi pembeda. Pada menit ke-28, Matheus Cunha membuka keunggulan tuan rumah.
Gol tersebut berawal dari kesalahan Sabah dalam menguasai bola. United langsung memanfaatkannya melalui rangkaian operan cepat yang berujung pada umpan dari sisi kiri. Cunha kemudian menyambut bola di dekat tiang dan menyelesaikannya dengan sundulan yang membuat kiper Sabah, Sahruddin Pokatilov, tidak mampu menghalau bola dengan sempurna.
Gol tersebut juga menjadi gol pertama Cunha di Liga Champions.
Keunggulan tersebut membuat United bermain semakin percaya diri. Kobbie Mainoo menjadi salah satu pemain penting dalam mengatur tempo permainan, sementara Bruno Fernandes terus bergerak mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan Sabah.
Bruno Fernandes dan Sesko Menggila Sebelum Turun Minum
Manchester United tidak membutuhkan waktu lama untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-43, Bruno Fernandes mencatatkan namanya di papan skor.
Proses gol kedua memperlihatkan kombinasi permainan United yang semakin cair. Youri Tielemans terlibat dalam pembangunan serangan sebelum bola kembali kepada Bruno. Sang kapten kemudian melepaskan penyelesaian yang membawa United unggul 2-0.
Hanya beberapa menit kemudian, Benjamin Sesko ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Pada menit ke-45, Sesko memanfaatkan ruang di antara para bek Sabah setelah menerima umpan dari rangkaian serangan United. Penyerang Slovenia tersebut berhasil melewati kiper sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.
United pun menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Bagi Sesko, pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting karena ia dipercaya tampil sejak menit awal. Performa tersebut sekaligus memperkuat persaingan di lini depan Manchester United menjelang pertandingan-pertandingan besar berikutnya.
Martínez Lengkapi Kemenangan
Memasuki babak kedua, United tidak tampil dengan intensitas setinggi sebelumnya. Carrick melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga kebugaran skuad, tetapi kendali permainan tetap berada di tangan tuan rumah.
Sabah masih berusaha mencari celah untuk mencetak gol balasan. Mereka beberapa kali mencoba mengirim bola ke area pertahanan United, tetapi pertahanan tuan rumah mampu meredam ancaman tersebut.
Pada menit ke-69, United akhirnya mencetak gol keempat melalui Lisandro Martínez.
Gol tersebut tercipta setelah situasi bola mati. Bruno Fernandes mengirim bola ke area pertahanan Sabah, kemudian terjadi kemelut sebelum Martínez berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola dari jarak dekat. Bola akhirnya bersarang di gawang Sabah dan memastikan kemenangan United menjadi semakin meyakinkan.
Kemenangan 4-0 tersebut sekaligus memberikan clean sheet bagi United dalam pertandingan perdana mereka di fase liga Liga Champions musim 2026/27.
Awal Ideal Sebelum Derby Manchester
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Manchester United untuk menjalani perjalanan panjang di Liga Champions. Mereka menunjukkan bahwa meskipun belum tampil sempurna, kualitas dan kedalaman skuad mampu membuat perbedaan ketika menghadapi lawan yang berada di level berbeda.
Michael Carrick juga mendapatkan sejumlah catatan positif. Mainoo tampil penting di lini tengah, Bruno kembali menjadi penggerak utama serangan, Cunha membuka keran gol, sementara Sesko menunjukkan ketajamannya sebagai ujung tombak.
Di sisi lain, Sabah tetap pantas mendapatkan apresiasi. Mereka merupakan debutan Liga Champions dan harus menghadapi salah satu klub paling berpengalaman di kompetisi tersebut. Sabah bahkan mencatat sejarah dengan menurunkan starting XI yang terdiri dari 11 kewarganegaraan berbeda.
Bagi Manchester United, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Setelah penantian tiga tahun, Old Trafford kembali mendengar anthem Liga Champions dan langsung menyaksikan pesta empat gol.
Kini tantangan berikutnya jauh lebih berat. United harus membawa momentum tersebut ke pertandingan-pertandingan selanjutnya, termasuk menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi. Namun, jika kemenangan atas Sabah menjadi gambaran awal perjalanan mereka, Setan Merah telah mengirim pesan bahwa mereka kembali ke Liga Champions dengan ambisi besar.



