
Paparan abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi membutuhkan perhatian dan penanganan khusus bagi pemilik kendaraan, termasuk pengguna motor listrik.
Debu vulkanik yang merupakan partikel batuan mikroskopis bersifat tajam dan abrasif, sehingga berpotensi merusak bodi maupun komponen motor jika dibersihkan secara asal.
Chief Marketing Officer ALVA, Putu Swaditya Yudha atau akrab disapa Adit, menjelaskan bahwa risiko utama timbul saat pemilik kendaraan mengusap abu dalam kondisi kering.
“Risiko utamanya muncul ketika abu yang masih kering diusap secara langsung, karena gesekan partikel tersebut berpotensi menggores permukaan motor. Abu juga dapat menempel di sela-sela komponen,” ujar Adit kepada Nagabola
Hindari Mengusap Bodi
Adit mengingatkan agar pengguna tidak langsung mengusap atau menggosok permukaan motor saat abu vulkanik masih menempel secara kering. Gesekan partikel abrasif tersebut dapat menyebabkan goresan halus pada cat bodi, kaca spidometer, maupun bagian transparan lainnya.
Jika memungkinkan, pemilik dapat memanfaatkan air cleaner atau blower terlebih dahulu untuk menghembuskan tumpukan abu sebelum proses pencucian.
“Bilas motor dengan air mengalir bertekanan rendah, cuci hingga bersih menggunakan busa sabun cuci motor, lalu bilas kembali dan keringkan secara menyeluruh hingga benar-benar kering untuk menghindari reaksi statis akibat sisa abu yang masih menempel,”

Sistem pengereman menjadi komponen yang cukup rentan terhadap selaan partikel abu vulkanik. Abu yang masuk ke area rem dapat mempercepat tingkat keausan pada piringan cakram (disc brake) serta kampas rem.
Oleh karena itu, setelah motor dibersihkan, area kaliper dan piringan cakram disarankan untuk dibersihkan ulang menggunakan air bersih atau brake cleaner, lalu dikeringkan hingga tuntas.
Sementara pada bagian dinamo atau motor penggerak, pastikan seluruh abu terangkat saat pembilasan dengan air mengalir. Pengguna dilarang menggosok komponen ini dalam kondisi kering.
Setelah proses pembilasan selesai, pastikan seluruh area motor penggerak telah kering sempurna sebelum kendaraan dinyalakan dan digunakan kembali.
Tahan Debu
Terkait keamanan sistem kelistrikan, Adit menegaskan bahwa lini kendaraan ALVA beserta pengisi dayanya (charger) telah dibekali perlindungan khusus.
“Komponen penting pada kendaraan ALVA, termasuk charger, telah diuji dengan standar IP67 untuk ketahanan terhadap debu dan air. Pada aspek ketahanan terhadap debu, salah satu parameter pengujiannya mencakup dust test dengan paparan partikel halus, termasuk partikel dengan karakteristik sekelas abu vulkanik,” jelas Adit.
la juga menegaskan bahwa abu vulkanik tidak bersifat konduktif, sehingga pengguna tidak perlu khawatir abu tersebut dapat menghantarkan arus listrik. Kendati demikian, faktor kebersihan pada area pengisian daya tetap wajib dijaga.
“Untuk area pengisian daya, pastikan charging port dan konektor charger terbebas dari abu dan dalam kondisi kering sebelum disambungkan.



