NCFS Dorong Budaya Riset dan Literasi untuk Sepakbola Indonesia

Nagabolanews – Sepakbola Indonesia dinilai membutuhkan lebih dari sekadar talenta dan pengalaman untuk bisa berkembang ke level yang lebih tinggi. Pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan menjadi salah satu pembahasan utama dalam National Conference of Football & Science atau NCFS 2026 yang berlangsung di Bandung pada 5-6 September.
NCFS 2026 mengusung tema “Integrating Science and Elite Performance Towards National Football Glory” dan mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan sepakbola. Lebih dari 40 presenter dari berbagai latar belakang ikut ambil bagian dalam konferensi tersebut.
Pembahasan mencakup banyak aspek, mulai dari performa dan kondisi fisik pemain, kedokteran olahraga, biomekanika, rehabilitasi, kepelatihan, psikologi, pengembangan talenta, teknologi, nutrisi hingga manajemen dan industri sepakbola. Harapannya, penelitian yang dilakukan tidak hanya berhenti sebagai publikasi, tetapi benar-benar diterapkan untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.
Waketum PSSI Ratu Tisha menekankan pentingnya keberlanjutan riset sepakbola di Indonesia. NCFS sendiri sebelumnya digelar di Jambi pada 2024 dan ITB pada 2025. Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara kampus, peneliti, klub, pelatih, pemain dan federasi, sepakbola Indonesia diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih berbasis data dan ilmu pengetahuan.


