teknologi

Akamai Ingatkan Bahaya “Shadow AI”, Ancaman Baru di Balik Adopsi AI Perusahaan

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif di perusahaan ternyata menghadirkan risiko baru yang disebut Shadow AI Supply Chain. Menurut Akamai Technologies, sistem AI modern tidak hanya terdiri dari model AI, tetapi juga melibatkan API, database, library, package open source, hingga layanan pihak ketiga. Semakin banyak komponen yang digunakan, semakin besar pula potensi celah keamanan yang bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mencuri data atau mengganggu operasional perusahaan.

Akamai mengungkapkan bahwa API menjadi salah satu titik paling rentan karena berfungsi sebagai penghubung antara AI dengan aplikasi, data, dan layanan lainnya. Berdasarkan studi keamanan API 2026, sebanyak 43% organisasi di Asia Pasifik mengaku mengalami serangan yang melibatkan API yang terhubung dengan teknologi AI dalam 12 bulan terakhir. Risiko tersebut semakin meningkat seiring penggunaan AI agent yang tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga mampu mengambil tindakan secara mandiri melalui akses ke berbagai sistem perusahaan.

Untuk mengurangi ancaman tersebut, Akamai menekankan pentingnya menerapkan prinsip least privilege, yakni memberikan akses seminimal mungkin kepada AI agent sesuai kebutuhan tugasnya. Selain itu, keamanan harus dibangun sejak awal dengan mengawasi seluruh ekosistem AI, mulai dari model, API, data, identitas, hingga aplikasi pendukung. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat memanfaatkan AI secara maksimal tanpa membuka celah keamanan baru yang berpotensi merugikan bisnis.

Related Articles

Back to top button