teknologi

Pelajar China Ramai-Ramai Pakai AI untuk Pilih Kampus dan Jurusan Kuliah

Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi, pelajar di China kini semakin mengandalkan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan kampus dan jurusan kuliah. Fenomena ini muncul saat pelaksanaan gaokao, ujian masuk perguruan tinggi nasional yang hasilnya menjadi penentu utama masa depan akademik dan karier banyak siswa. Berbeda dengan Indonesia, peserta gaokao baru memilih universitas dan program studi setelah mengetahui nilai serta peringkat mereka, sehingga strategi pemilihan kampus menjadi sangat penting.

Popularitas chatbot AI untuk konsultasi pendidikan meningkat pesat karena menawarkan layanan gratis dan cepat dibandingkan konsultan pendidikan konvensional. Perusahaan teknologi besar seperti Alibaba, Tencent, Baidu, dan ByteDance menghadirkan fitur khusus untuk membantu peserta gaokao. Tencent mencatat chatbot Yuanbao telah menjawab lebih dari 200 juta pertanyaan terkait penerimaan mahasiswa baru, sementara Alibaba mengungkap Qwen menghasilkan sekitar 23 juta laporan rekomendasi kampus dan jurusan sepanjang musim gaokao 2026.

Sistem AI ini bekerja dengan menganalisis berbagai faktor, seperti nilai gaokao, riwayat skor penerimaan universitas, minat karier, hasil tes kepribadian, biaya kuliah, hingga lokasi kampus yang diinginkan. Berdasarkan data tersebut, AI menyusun rekomendasi kampus dalam kategori reach, safety, dan backup untuk membantu siswa menyusun strategi pendaftaran. Meski mengandalkan teknologi canggih, perusahaan seperti Alibaba dan Baidu tetap melibatkan ratusan konsultan pendidikan guna memastikan hasil rekomendasi yang diberikan lebih akurat dan relevan bagi calon mahasiswa.

Related Articles

Back to top button