Enrique sebut keunggulan agregat satu gol tak ada artinya

Ibukota – Manajer Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique mengkaji keunggulan agregat satu gol tak berarti menjauhi sisi kedua semifinal Turnamen Champions berperang melawan Bayern Muenchen dalam Allianz Arena pada Kamis (7/5).
“Kami tahu Bayern bisa saja membalikkan keadaan serta kami juga bisa jadi mencetak gol. Dan kami jelas tidak ada datang ke di sini untuk bertahan, kami ingin meraih kemenangan pertandingan,” ujar Enrique seperti dikutipkan AFP pada Rabu.
PSG datang ke Muenchen dengan bekal kemenanga 5-4 di sisi pertama ke Paris.
PSG sempat tertinggal sebelum berbalik unggul hingga 5-2, tetapi Bayern memperkecil ketertinggalan pada akhir pertandingan.
Pertandingan ronden pertama itu tercatat sebagai semifinal dengan jumlah agregat gol terbanyak di sejarah Kompetisi Champions. Enrique memprediksi laga kedua akan kembali berlangsung sengit tanpa ada pasukan yang mana bermain aman.
Menurut ahli dengan syarat Spanyol itu, Bayern merupakan lawan terkuat yang dimaksud dihadapi PSG musim ini. Meski demikian, ia menjamin timnya akan terus bermain dengan identitas yang digunakan mirip kemudian tidak ada sekadar mempertahankan keunggulan tipis.
“Mentalitas kami adalah meraih kemenangan setiap pertandingan, bukanlah bermain untuk hasil tertentu,” katanya.
PSG sedang menjalani periode konsisten pada Eropa dengan mencapai semifinal kelima pada tujuh musim terakhir, di antaranya tiga secara beruntun di bawah asuhan Enrique.
Meski mengatakan ronden pertama salah satu pertandingan terbaik pada karier kepelatihannya, Enrique mengakui sulit menikmati laga yang disebutkan lantaran intensitas tinggi yang tersebut terbentuk sepanjang pertandingan.
PSG kembali ke Allianz Arena, stadion tempat menjuarai Kompetisi Champions musim lalu.
Enrique mengaku memiliki kenangan manis ke stadion yang disebutkan kemudian berharap timnya kembali meraih hasil positif ke sana untuk mencapai final.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



