Sun. May 22nd, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Tekanan China Meningkat, Taiwan Ingin Punya Rudal Jarak Jauh AS

2 min read

Taipei –

Otoritas Taiwan berupaya mendapatkan rudal-rudal jelajah jarak jauh dari Amerika Serikat (AS). Upaya itu dilakukan di saat Taiwan tengah meningkatkan kekuatan militernya dalam menghadapi tekanan yang semakin meningkat dari China.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Senin (19/4/2021), Taiwan tengah mengembangkan rudal jarak jauh buatannya sendiri, demi memiliki kemampuan menyerang baik ke wilayah China jika terjadi perang. Namun negara ini juga mengandalkan AS untuk membantu penyediaan persenjataan yang lebih canggih.

Niat untuk membeli sistem persenjataan canggih dari AS itu dibahas dalam salah satu sesi di parlemen Taiwan. Namun AS diketahui belum memberi persetujuan.

“Kita masih dalam proses mengupayakannya (dari AS),” ucap Lee. “Saluran komunikasi sangat lancar dan normal,” imbuhnya.

Sistem persenjataan AGM-158 JASSM, kependekan dari Joint Air-to-Surface Standoff Missile, disebut memiliki jangkauan nyaris 1.000 kilometer tergantung pada modelnya dan bisa dipasang pada jet atau pesawat tempur, termasuk F-16 yang dioperasikan militer Taiwan.

Lockheed Martin menyebut rudal tipe tersebut dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, yang berada di posisi dengan pertahanan baik, tetap dan bisa direlokasi. Rudal ini juga bisa diluncurkan dari jarak cukup jauh demi menjaga pesawat berada pada jarak aman dari sistem pertahanan udara milik musuh.

China meningkatkan aktivitas militer di dekat wilayah Taiwan, dalam upaya memaksa pemerintahan di Taipei untuk menerima klaim kedaulatan dari Beijing.

Angkatan Bersenjata Taiwan tergolong lebih kecil jika dibandingkan China. Namun diketahui bahwa Taiwan tengah menjalankan program untuk memodernisasi militernya demi memiliki kemampuan penangkal yang lebih efektif, termasuk kemampuan menyerang balik ke pangkalan militer di bagian dalam wilayah China jika terjadi konflik.

Angkatan Bersenjata Taiwan pada dasarnya berkonsentrasi pada mempertahankan wilayahnya dari serangan China. Namun Presiden Tsai Ing-wen menekankan pentingnya mengembangkan penangkal ‘asimetris’ dengan menggunakan perlengkapan mobile yang sulit dicari dan dihancurkan, dan mampu mengenai target yang jauh dari wilayah Taiwan.

AS yang menjadi pemasok senjata utama Taiwan, sangat ingin menciptakan penyeimbang militer untuk militer China, melalui sebuah upaya yang di dalam Pentagon dikenal sebagai ‘Benteng Taiwan’.

Baca juga !