Thu. May 19th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Tarik Ulur Mudik Buntut Rekomendasi Kakorlantas Dikritik

3 min read

Jakarta –

Kebijakan mudik Lebaran 2021 seolah maju mundur. Setelah mendapat kritik, Kakorlantas Polri Irjen Istiono kini tak merekomendasikan lagi mudik sebelum 6 Mei 2021.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (15/4/2021), Irjen Istiono awalnya menyatakan tidak akan menghalangi warga yang hendak mudik Lebaran 2021. Bahkan, Istiono siap untuk memperlancar mereka yang mudik sebelum 6 Mei.

“Bagaimana adanya mudik awal, sebelum tanggal 6, ya silakan saja. Kita perlancar,” ujar Istiono.

“Setelah tanggal 6, mudik nggak boleh. Kita sekat itu, yang berbahaya ini kan berkumpul bersama-sama, kerumunan bersama-sama. Ini akan meningkatkan penyebaran COVID-19, ini harus kita antisipasi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi warga yang mudik pada 6-17 Mei, Polri telah mendirikan 333 titik penyekatan dari Lampung hingga Bali. Istiono mengatakan jumlah titik penyekatan tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu.

“Saya pastikan untuk jalur utama, Lampung sampai Bali, kita bangun 333 titik penyekatan. Dan saya pastikan jalur-jalur tersebut sudah kita evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu. Tahun lalu dibangun sekitar 146 titik, sekarang kita lipat gandakan jadi 333 titik,” tutur Istiono.

“Itu kita atur yang nanti paling berat adalah di jalur Jakarta menuju Jawa Barat. Jawa Barat jadi tumpuan yang bangkitan dari Jakarta ini, masalahnya ini semua empat moda transportasi ditiadakan, dibatasi. Hanya izin khusus saja yang bisa. Semua akan beralih ke kendaraan pribadi dan roda dua,” sambungnya.

Meski demikian, lanjut Istiono, apabila masih ada masyarakat yang nekat mudik pada 6-17 Mei, kepolisian bakal melakukan penindakan secara humanis. Sanksi bagi masyarakat yang nekat mudik akan diputar balik.

“Operasi Ketupat 2021 ini nanti dilaksanakan pada 6-17 Mei selama 12 hari. Operasi ini operasi kemanusiaan, tindakan kita ialah persuasif humanis, hanya memutar balik arah,” imbuhnya.

Kritik atas pernyataan Istiono itu pun mengemuka. Salah satunya datang dari Komisi V DPR RI

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Alkadrie awalnya mengatakan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah untuk membatasi warga. Larangan itu agar tak terjadi penumpukan di daerah-daerah karena warga yang mudik.

“Sebenarnya kalau kita lihat dari keinginan pelarangan mudik itu kan jangan sampai terjadi penumpukan di wilayah-wilayah, di daerah-daerah. Sebenarnya dengan demikian ya tentu karena masyarakat akan mengambil pulang, mudik itu, di antara paling lama tanggal 5 (Mei) kan, kan yang dilarang tanggal 6 sampai tanggal 17 (Mei). Sebenarnya tanggal 6-17 (Mei) itu tidak ada sama sekali dibuka untuk ke luar daerah,” kata Syarief kepada wartawan, Kamis (15/4).

Menurut Syarief, pernyataan Korlantas Polri soal warga dipersilakan mudik sebelum 6 Mei 2021 tak tepat. Sebab, itu akan memunculkan penumpukan warga.

“Saya berharap sebenarnya tidak begitu bahasanya. Ini kan bisa terjadi pemudik akan mengambil mudik itu sebelum tanggal itu pasti akan terjadi berjubel,” ujarnya.

“Seharusnya tidak seperti itu, tapi bagaimana supaya mudik sebelum tanggal itu ya tentu harus diperketat. Saya harap sih pemerintah memperketat mudik itu, paling tidak syarat mudik itu harus terpenuhi, jangan sampai membuat klaster baru,” sambung politikus Partai NasDem itu.

Lalu, bagaimana antisipasi pemerintah agar warga yang mudik sebelum 6 Mei? Syarief meminta ada pengetatan.

“Saya berharap diperketat, artinya dipersilakan tetapi syarat-syarat mereka ke daerah diperketat. Mereka itu kan itu harus mengantongi antigen, atau sekarang yang dipakai GeNose,” ucapnya.

“Ya itu penafsirannya salah, padahal ingin pemerintah itu kan kalau ini supaya masyarakat itu tidak mudik saja, kalau bisa jangan mudiklah, tapi kita untuk melarang itu juga sulit, tetapi juga jangan diartikan diimbau seolah-olah diberikan tempat mereka untuk mudik beramai-ramai,” imbuhnya.Masukan ini disampaikan Syarief agar tak terjadi salah tafsir mendekati waktu larangan mudik. Niat pemerintah sesungguhnya agar warga tak mudik sehingga tak terjadi penumpukan di daerah.

Sadar peryataannya dikritik, Irjen Istiono langsung memberikan penjelasan. Istiono kini tak lagi merekomendasikan mudik sebelum 6 Mei.

“Pada hakikatnya sebelum tanggal 6 (Mei 2021) tidak direkomendasikan untuk mudik mendahului,” kata Istiono kepada wartawan, Jumat (16/4).

Istiono menjelaskan alasan pihaknya kini tak merekomendasikan warga mudik mendahului larangan mudik berlaku. Pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah yang meniadakan mudik Lebaran tahun 2012.

“Karena wilayah tujuan mudik menyiapkan karantina selama lima hari sesuai SE Nomor 13 Satgas COVID-19. Karena kebijakan pemerintah adalah dilarang mudik atau mudik ditiadakan,” ucapnya.

Baca juga !