Mon. Aug 8th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Tak Ingin Ada Lagi Korban Kasus Mafia Tanah, Nirina Zubir Ingatkan Pentingnya Komunikasi Keluarga

2 min read

 JAKARTA – Nirina Zubir turut menjadi korban penggelapan aset mafia tanah, diduga kerugiannya mencapai Rp17 miliar.

Kini, kasus dengan terdakwa mantan asisten ibundanya, Riri Khasmita serta komplotannya sedang dipersidangkan.

Mengenai ini, Nirina Zubir berpesan agar tak ada lagi korban seperti dirinya, yang asetnya digelapkan karena kurangnya komunikasi antara ibu dan anak.

“Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran buat semua bahwa memang kita mesti benar-benar apa ya istilahnya, melihat banyak banget peluang dan banyak sekali oportunis di sini,” kata Nirina Zubir di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (31/5/2022).

Berlatar dari pengalamannya, Nirina Zubir menyarankan untuk orangtuanya yang sudah masuk lansia, alangkah baiknya jangan tinggal sendiri.

Sebab, katanya komplotan mafia tanah targetnya adalah orang yang sudah lansia, yang rentan dengan daya ingatnya, hal itu pun terjadi pada mendiang ibunda Nirina Zubir, asetnya digelapkan oleh asisten rumah tangga (ART).

“Di saat orang tua kita sendiri, dia masuk mendekatkan orangtua kita dan memberikan servis yang ibaratnya memang harusnya. Kalo kita deket harusnya kita anak yang akan memberikan servis itu tapi ternyata kan pada kenyataan kita aktif berada di kota berbeda,” tutur Nirina.

Aktris Nirina Zubir dan keluarga jadi saksi korban dalam persidengan kasus mafia tanah di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (17/5/2022). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Maka itu, alangkah baiknya anak dan orangtua yang sudah lansia tinggal bersama, hal tersebut guna menghindari kasus seperti ini.

“Jadi jaga diri lagi dan kalo bisa orang tua kita tinggal bareng aja deh, kalo memungkinkan,” ucap Nirina.

Lebih lanjut, istri Ernest Cokelat ini berpesan bahwa pentingnya keharmonisan antara orangtua dan anak.

“Memang orang lain memberikan service yang mungkin beda daripada anak-anak berikan. Tapi kembali lagi, darah itu lebih kental. Istilahnya kembali lagi, si anak itu yang lebih utama,” jelas Nirina.

“Jadi para orangtua, pelajari lagi siapa yang bisa dipercayakan. Nah surat-surat ini benar-benar harus diawasi,” tandasnya.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Mereka yakni Riri Khasmita mantan asisten rumah tangga (ART), Endrianto yang merupakan suami Riri.

Kemudian, tiga tersangka lainnya yaitu Notaris PPAT adalah Faridah, Ina Rosainaz dan Erwin Riduan.

Baca juga !