Sat. Oct 8th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Tak Ada Lockdown Akhir Pekan di Jakarta karena Masih PPKM

3 min read

Jakarta –

Pemprov DKI akhirnya menjawab soal usulan lockdown akhir pekan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan lockdown akhir pekan tak diterapkan di Ibu Kota.

Wacana ini muncul setelah adanya evaluasi PPKM yang dinilai Presiden Jokowi belum efektif. Lalu, Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay lah yang mengusulkan diberlakukannya ‘lockdown akhir pekan‘.

“Tawaran saya adalah mencoba memadukan PSBB atau PPKM dengan apa yang saya sebut dengan ‘lockdown akhir pekan’,” ujar Saleh ketika dihubungi detikcom, Minggu (31/1/2021).

“Lockdown akhir pekan siapa pun orang yang keluar itu langsung diperiksa dan ada polisi di setiap jalan dan yang jaga itu kan polisi yang jaga di ujung-ujung aja jangan di sepanjang jalan,” lanjutnya.

Usulan ini pun disambut oleh kepala daerah khususnya yang menerapkan PPKM di sebagian Jawa dan Bali, termasuk Pemprov DKI.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sempat mengatakan, usulan ini akan dikaji matang-matang. Dia menyebut usulan itu baik tapi harus diputuskan oleh Pemerintah Pusat.

“Itu usulan dari teman-teman di DPR RI. Usulan ini mengacu pada apa yang dilakukan oleh Turki. Di Turki ada lockdown weekend Sabtu-Minggu, silakan saja itu kami serahkan kepada teman-teman DPR yang mungkin sudah sampaikan ke Kemenkes, BNPB, pemerintah pusat,” ujarnya, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/2)

“Kami pada prinsipnya Pemprov DKI Jakarta meyakini program-program usulan dari siapapun termasuk teman-teman DPR RI akan dipertimbangkan dengan baik, pemerintah pusat memiliki para pakar, para ahli yang akan terus membuat kajian, analisa apakah memungkinkan lockdown akhir Minggu, Sabtu-Minggu,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai wacana lockdown akhir pekan perlu dipikirkan matang karena berdampak langsung pada sektor ekonomi.

“Jadi kalau misalnya lockdown harus dipikirkan matang-matang. Sekarang kan semua tersentuh, semua masalah ekonomi tersentuh juga,” kata Prasetio kepada wartawan, Kamis (4/2).

Politikus PDIP ini mengingatkan masyarakat bisa menyadari situasi pandemi bukanlah hal sepele. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

Sehari kemudian, Wagu Riza menegaskan usulan lockdown akhir pekan belum bisa diterapkan di Jakarta. Pertimbangannya karena wilayah DKI masih menerapkan PSBB.

“Lockdown akhir pekan sampai tanggal 8 (Februari) kan belum dimungkinkan karena kami sampai tanggal 8 (Februari) melaksanakan PPKM jilid 2,” kata Ahmad Riza Patria melalui CNN TV, Jumat (5/2/2021).

Penekanan Pemprov DKI tak menerapkan lockdown akhir pekan disampaikan Anies Baswedan. Anies mengatakan wacana tersebut merupakan berita yang berkembang di media dan masyarakat.

“Tidak ada rencana lockdown di akhir pekan di DKI Jakarta. Mari jaga diri, jaga lingkungan kita, insyaallah kita semua selalu dilindungi,” ujar Anies.

“Berita tentang kebijakan lockdown itu adalah wacana yang berkembang di masyarakat dan media. Tapi kami tidak dalam posisi mempertimbangkan apalagi menetapkan bahwa akan ada lockdown akhir pekan di Jakarta, itu tidak benar,” sambungnya.

Anies menuturkan Jakarta saat ini masih menerapkan kebijakan PSBB. Hal itu sesuai arahan pemerintah pusat dengan kebijakan PPKM.

“Ada satu hal yang saya perlu sampaikan di sini bahwa setiap selesai akhir pekan yang panjang, masa liburan, kasus COVID-19 selalu naik. Pada periode satu dua minggu sesudah liburan itu. Pekan depan kita akan ada akhir pekan panjang perayaan imlek. Karena itu, saya mengimbau kepda kita semua untuk memilih berada di rumah, berada di Jakarta, tidak bepergian ke luar kota, tidak berlama-lama dalam mobil berjam-jam yang menyebabkan potensi penularan antar-anggota keluarga yang sangat tinggi. Dan tahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian,” kata Anies.Anies juga mengimbau warga Jakarta tidak ke luar rumah di masa libur panjang. Dia mengingatkan soal potensi penularan virus COVID-19 yang tinggi.

“Intinya adalah sebisanya di rumah saja. Sebisanya terus kita menjauhi aktivitas-aktivitas yang banyak orang dan hanya bepergian bila ada kebutuhan yang mendasar dan mendesak. Ini penting untuk melindungi diri kita sendiri. Saya mengingatkan ini karena kita semua menyadari bahwa pandemi ini masih ada. Dan kita semua berpotensi terpapar bila ada aktivitas interaksi yang tinggi,” lanjut dia.

Baca juga !