Sat. May 15th, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Ridwan Kamil-Anies Kompak Tolak Bukber di Masjid

2 min read

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kompak menganjurkan agar tak ada kegiatan buka puasa atau sahur bersama di masjid. Keduanya menilai, kegiatan tersebut bisa mengundang kerumunan dan protokol kesehatan melonggar karena harus membuka masker saat bersantap.

 

“Adapun tadi seperti nanti di bulan suci Ramadhan ini nanti ada aktivitas iftar (buka puasa), ada aktivitas sahur, kami menganjurkan untuk tidak dilakukan di masjid,” ujar Anies di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (9/4/2021).

“Mengapa? Supaya selama berada di masjid tidak ada kebutuhan membuka masker, begitu ada kegiatan iftar, begitu ada kegiatan sahur, maka harus buka masker. Karena itulah, penggunaan tempat ibadah masjid untuk aktivitas ibadah bisa menjalankan dengan menaati protokol kesehatan, menghindari kerumunan,” tutur Anies.

Kendati begitu, ia mengizinkan warga Ibu Kota untuk menggelar buka puasa di tempat umum dengan kapasitas 50 persen. Ia meminta setiap tempat makan menerapkan disiplin protokol kesehatan COVID-19. Anies juga meminta pengunjung tidak membuka masker.

“Karena saat bulan Ramadhan makan malamnya di menit yang hampir sama, maka pengelola restoran, tempat makan harus secara disiplin mengatur posisi duduk, disiplin atur kapasitas maksimal,” katanya.

“Sesungguhnya kegiatan makan malam, buka puasa sama-sama buka masker, sama-sama harus melakukan aktivitas yang punya potensi penularan, karena itu kapasitas 50 persen harus dijaga dan jarak harus dipastikan aman,” Anies menambahkan.

“Prinsipnya pertama COVID masih berhubungan dengan kerumunan. Di mana ada kerumunan di situ ada potensi. Ada kerumunan kalau masjidnya penuh, ada kerumunan kalau buka bersamanya terlalu ramai dan sebagainya,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (8/4/2021).Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga meminta agar tak ada kegiatan buka puasa dan sahur bersama di masjid-masjid karena dinilai berpotensi menyebabkan kerumunan.

Soal buka bersama, Emil menganjurkan agar warga tetap berbuka puasa dan sahur di rumah. “Sehingga sesuai arahan, di tahun ini beribadah Ramadhan diizinkan, tapi DKM-DKM konsisten disiplin untuk menjaga kapasitas hanya 50 persen. Artinya sebagian yang di rumah dianjurkan mengurangi kepadatan termasuk sahur atau buka puasa kita upayakan tetap di rumah,” tutur Emil.

Baca juga !