Tue. Oct 4th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Review Realme Book: Pendatang Baru yang Menjanjikan

6 min read

Jakarta – Realme belum lama ini meluncurkan laptop perdananya di Indonesia. Laptop yang diberi nama Realme Book ini dirancang untuk anak muda yang produktif.
Meski terbilang pendatang baru, Realme tidak setengah-setengah menggarap laptop pertamanya ini. Seperti apa performa Realme Book dalam membantu kegiatan sehari-hari? Simak review lengkapnya berikut ini.

Desain
Sekilas wujud Realme Book terlihat sangat mirip seperti MacBook Air dengan bodi yang tipis dan sleek. Desain seperti ini semakin banyak digunakan oleh laptop keluaran China, dan Realme mencoba terlihat tampil beda dengan menghadirkan layar dengan rasio 3:2 yang membuat bodinya jadi lebih tinggi.

Jika ponsel Realme dikenal dengan desain yang mencolok, desain laptop Realme Book terbilang lebih kalem dan minimalis. Di bagian depan hanya terdapat ukiran logo Realme, dan di bagian dalam tidak ditemukan stiker sama sekali. Semua stiker Windows, Intel dan semacamnya ditempatkan di bagian bawah laptop sehingga sisi kiri dan kanan touchpad benar-benar bersih.

Realme Book hadir dalam dua pilihan warna yaitu Real Blue dan Real Grey. Unit yang saya coba adalah varian Real Blue dengan warna biru gelap yang terkesan serius dan mewah. Warna biru ini menyelimuti semua bagian laptop, kecuali engsel dan bezel di sekitar layarnya yang berwarna hitam.

Dengan bobot 1,38 kg dan tebal 14,9 mm, Realme Book tentu bisa ditenteng dengan mudah ke mana-mana. Bodinya terbuat dari material campuran aluminium yang membuat laptop ini terasa kokoh dan solid di semua bagian.

Realme Book memiliki keyboard dengan key travel 1,3 mm yang terasa agak dangkal dan sedikit berisik. Untungnya ukurannya cukup besar dan empuk jadi tetap nyaman digunakan. Keyboard ini juga dilengkapi backlit tiga level yang bisa membantu mengetik di tempat minim cahaya.

Realme Book Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Di bagian bawah keyboard terdapat touchpad yang cukup lapang dan responsif. Di pojok kanan atas keyboard terdapat tombol power yang juga berfungsi sebagai sensor sidik jari yang telah terintegrasi dengan Windows Hello.

Salah satu nilai minus di Realme Book adalah pilihan port-nya yang sangat sedikit. Realme hanya menyediakan satu USB Type-A 3.1, satu USB Type-C 3.2, satu Thunderbolt 4.0, dan headphone jack 3,5mm. Karena Realme Book menggunakan USB-C untuk charging, maka pengguna harus kehilangan satu port saat mengisi ulang baterai.

Layar
Layar yang mentereng jadi fitur unggulan Realme Book. Untuk membuatnya menonjol di tengah pasar laptop kelas menengah yang makin ramai, Realme Book mengandalkan layar dengan rasio 3:2 yang masih jarang ditemukan di pasaran.

Berkat penggunaan rasio 3:2, Realme Book bisa menyisipkan layar berukuran 14 inch di dalam bodi yang lebih kecil dan compact. Rasio ini juga membuat dimensi layar jadi lebih tinggi dan menambah ruang vertikal sehingga bisa memuat lebih banyak konten di layar.

Desain layar yang tinggi seperti ini cocok untuk mereka yang kerja sebagai coder atau penulis karena bisa menampilkan lebih banyak barisan kalimat di layar dan meningkatkan produktivitas.

Realme Book Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Tapi untuk pengguna yang sering menggunakan laptop untuk menonton film, rasio seperti ini kurang cocok karena kebanyakan film dibuat dengan rasio yang lebih sempit, sehingga tiap menonton film di Realme Book akan ada letterbox yang cukup besar di bagian atas dan bawah.

Untungnya, layar Realme Book selalu ciamik di segala kondisi. Realme Book memiliki layar 2K model glossy dengan resolusi 2160 x 1440. Layarnya sangat terang dengan tingkat kecerahan hingga 400 nits sehingga visibilitasnya masih sangat kuat saat dipakai bekerja di luar ruangan.

Tidak hanya terang, layar Realme Book juga sangat lapang berkat bezel di sisi kiri, kanan dan atasnya yang sangat tipis. Realme mengklaim laptop ini memiliki rasio screen-to-body hingga 90% dan ukuran bezelnya hanya 5,3 mm.

Realme juga menyediakan perlindungan tambahan berupa lapisan Corning Gorilla Glass dan Oleophobic Coating yang bisa membuat layar laptop tahan goresan dan noda, sehingga bisa lebih awet.

Fitur
Realme membenamkan banyak fitur pendukung di laptop perdananya. Untuk mendukung produktivitas saat harus kerja atau sekolah di rumah, Realme Book memiliki webcam 720p yang kualitasnya terbilang biasa saja. Sayangnya Realme tidak menyediakan tombol khusus untuk mematikan webcam saat tidak digunakan.

Selain itu ada juga dua mikrofon yang sudah mendukung sederet teknologi noise cancellation, jadi suara bisa tetap terdengar jelas saat rapat atau sekolah online.

Berbicara soal suara, urusan audio di Realme Book ditangani oleh dua speaker stereo buatan Harman yang mendukung DTS HD. Untuk speaker yang ditempatkan di bagian bawah laptop, kualitas suara yang dikeluarkan cukup bombastis saat digunakan untuk menonton film.

Untuk urusan konektivitas, Realme Book mengandalkan Wi-Fi 6 yang merupakan generasi jaringan nirkabel terbaru dan tercepat, serta Bluetooth 5.2.

Realme Book juga hadir dengan aplikasi PC Connect yang bisa memungkinkan pengguna mengakses ponsel Realme yang sudah terhubung langsung dari laptop. Sayangnya sampai saat review ini diterbitkan fitur tersebut baru tersedia untuk Realme GT Master Edition, dan belum diketahui kapan fitur ini akan dibawa ke ponsel lainnya.

Performa dan Baterai
Unit Realme Book yang saya coba menggunakan prosesor Intel Core i5-1135G7. Tidak lama setelah versi ini diluncurkan, Realme juga meluncurkan varian lebih terjangkau yang menggunakan prosesor Intel Core i3-1115G4.

Varian Realme Book yang menggunakan prosesor Intel Core i5 dilengkapi dengan GPU discrete Intel Iris Xe yang dirancang untuk laptop berbadan tipis. Performanya didukung dengan RAM LPDDDR4 8GB dan SSD PCIe 512GB.

Dengan spesifikasi seperti ini, pemakaian standar seperti bekerja dan belajar sehari-hari menggunakan Realme Book bisa dilakukan dengan lancar. Multitasking seperti mengakses belasan tab di Google Chrome sambil membuka Microsoft Office dan Spotify bisa dilakukan dengan mulus.

Untuk mengetahui performa Realme Book dalam angka, saya menggunakan aplikasi benchmark PCMark 10. Dengan aplikasi ini, Realme Book mencatatkan skor 4.704. Sedangkan uji benchmark menggunakan Cinebench R23 menghasilkan skor 4.441 untuk multi core, dan 1.353 untuk single core.

Lantas bagaimana performa Realme Book untuk gaming? Dengan spesifikasi ini, Realme Book tentu akan kesulitan jika dipakai untuk memainkan game AAA, tapi setidaknya laptop ini cukup sigap saat dipakai memainkan game kasual.

Realme Book bisa digunakan memainkan game Fall Guys dengan lancar di resolusi tertinggi dan frame rate 60Hz. Game yang lebih berat seperti Genshin Impact juga bisa dimainkan dengan lancar dengan resolusi Medium dan frame rate 60Hz, tapi memang semua sumber daya harus dikerahkan untuk bisa memainkan game dengan optimal.

Kinerja Realme Book didukung oleh baterai 54Wh yang diklaim bisa bertahan hingga 11 jam untuk menonton video dan 8,5 jam untuk melakukan pekerjaan kantor. Dalam prakteknya, baterai Realme Book bisa bertahan sekitar tujuh jam untuk penggunaan semi berat seperti membuka 20 tab di Google Chrome, mengetik, dan mendengarkan lagu di Spotify.

Baterai ini dilengkapi dengan pengisian cepat 65W menggunakan charger USB-C yang juga bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel, jadi tidak perlu membawa banyak charger kalau harus bekerja di luar rumah. Proses pengisian ulang baterai hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga dua jam.

Realme Book memiliki dua kipas pendingin yang diletakkan di bagian bawah laptop. Saat penggunaan yang cukup berat atau sedang mengisi ulang baterai, bagian ini akan terasa cukup panas dan membuat laptop tidak nyaman jika harus dipangku dalam waktu lama.

Oh ya, Realme Book sudah menyertakan Windows 10 dan Microsoft Office 2019 dalam paket penjualannya. Laptop ini juga sudah mendukung Windows 11 yang bisa diunduh secara gratis saat diluncurkan bulan Oktober nanti.

Untuk laptop pertamanya, Realme mencoba memasukkan banyak fitur yang inovatif tapi tidak semuanya berhasil. Meski begitu, percobaan pertama ini patut diacungi jempol karena fitur yang diunggulkan bisa bekerja semestinya dan bahkan melampaui ekspektasi.

Tengok saja layarnya yang terang dan lapang. Rasio layar 3:2 yang digunakan bisa membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas warna yang ditampilkan juga sangat memuaskan.

Performanya juga sangat bagus untuk laptop di kelasnya dengan spesifikasi yang sesuai dengan harganya. Tapi apakah semua keunggulan ini membuat Realme Book worth it dengan harga di kisaran Rp 11 jutaan?

Realme Book Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Sebagai laptop perdana, wajar jika Realme Book masih diwarnai beberapa kekurangan. Misalnya baterai dan bodi yang cepat panas, pilihan port yang terbatas, dan performa baterai yang medioker.

Setidaknya Realme bisa belajar banyak dari pengalaman pertamanya di bisnis laptop karena masih banyak aspek yang harus ditingkatkan. Semoga saja laptop Realme generasi selanjutnya bisa membawa banyak peningkatan yang signifikan.