Sun. Jul 3rd, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Presiden Iran Akui Pemerintah Tak Selalu Jujur kepada Rakyat

2 min read

Teheran –

Presiden IranHassan Rouhani, yang akan segera mengakhiri masa jabatannya menyampaikan pengakuan bahwa pemerintah terkadang ‘tidak menyampaikan sebagian kebenaran’ kepada rakyat selama delapan tahun dia memimpin negara tersebut.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (2/8/2021), pengakuan itu disampaikan Rouhani saat berbicara dalam rapat kabinet terakhirnya yang disiarkan televisi nasional Iran pada Minggu (1/8) waktu setempat.

Pengakuan Rouhani disampaikan saat para pejabat pemerintahan Iran tampak tidak berdaya dalam beberapa bulan terakhir di tengah serentetan krisis mulai dari pandemi virus Corona (COVID-19) hingga kekeringan parah yang memicu aksi protes publik.

Setelah muncul beberapa hari sebelumnya ketika diceramahi oleh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, soal kegagalan dalam perundingan nuklir, pernyataan terbaru Rouhani ini tampaknya dimaksudkan untuk mengakui persoalan yang dihadapi pemerintahannya selama masa-masa sulit.

Presiden terpilih, Ebrahim Raisi, yang merupakan anak didik Khamenei dijadwalkan akan dilantik pada Kamis (5/8) mendatang.

“Apa yang kami katakan kepada rakyat tidak bertentangan dengan kenyataan, tapi kami tidak memberitahukan sebagian kebenaran kepada rakyat,” ungkap Rouhani dalam rapat kabinet terakhirnya.

“Karena saya tidak menganggapnya berguna dan saya takut itu akan merusak persatuan nasional,” imbuhnya memberi alasan.

Rouhani tidak menjelaskan lebih lanjut maksud pernyataannya. Namun diketahui di bawah kepemimpinannya, Garda Revolusi Iran secara tidak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat komersial dan menewaskan 176 orang di dalamnya pada Januari 2020. Saat itu, pemerintah Iran selama berhari-hari menolak mengakui keterlibatan sebelum negara-negara Barat secara terang-terangan melontarkan kecurigaan mereka.

Rouhani yang tergolong moderat dalam teokrasi Iran, bersikeras bahwa dirinya dan jajaran pejabat kabinetnya telah melakukan yang terbaik.

“Jika kami memiliki kekurangan, kami meminta maaf kepada rakyat dan meminta mereka memaafkan dan mengampuni,” ucapnya.

Dia secara khusus membahas kesepakatan nuklir tahun 2015 yang kini statusnya berantakan setelah mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menarik negaranya dari perjanjian itu pada Mei 2018.

“Kami tidak memiliki uang untuk membeli karena sanksi-sanksi dan tidak menjual minyak, tapi kontraknya sudah siap,” tandasnya.Rouhani menyalahkan keputusan Trump sebagai pemicu banyak persoalan terkini Iran, termasuk jatuhnya nilai mata uang Iran. Dituturkan Rouhani bahwa sementara Iran berencana meningkatkan kemampuan pasukan bersenjatanya setelah berakhirnya embargo senjata Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Oktober 2020, hal itu tidak bisa dilakukan karena persoalan keuangan.