Tue. Oct 4th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Pembangunan Terminal Barang Internasional di PLBN Entikong Akan Dilanjutkan

3 min read

Jakarta -Pembangunan Terminal Barang Internasional (TBI) di Pos Lintas Batas Negara atau PLBN Entikong akan mulai kembali setelah terhenti operasinya pasca pandemi Covid 19. Pembangunan tersebut memakan biaya Rp 140, 49 miliar selama 3 tahun. Pembangunan lewat APBN tersebut telah diresmikan pada 2019.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat mengungkapkan jarak perjalanan Pontianak-PLBN Entikong sejauh 243 km ditempuh dalam rentang waktu 4 hingga 5 jam.

“Jalan yang mulus tidak berlubang sangat membantu kelancaran perjalanan. Kondisi jalan yang mulus dengan lebar 7 meter (2 lajur tanpa median) tersebut membuat kendaraan dapat dipacu dengan laju mencapai 100 km per jam di jalan nasional. Mendekati Kawasan PLBN Entikong terbangun jalan empat lajur dengan median yang masing-masing jalur memiliki dua lajur,” kata Djoko pada siaran persnya, Jumat 17 Juni 2022.

Selama ini yang dikenal dengan PLBN Entikong adalah perjalanan Bus Antar Lintas Batas Negara (ALBN) yang berangkat dari Terminal Sei Ambawang yang terletak di Kabupaten Kubu Raya menuju Kuching (Serawak, Malaysia) dan Brunei Darussalam.

Terminal Barang Internasional (TBI) di PLBN Entikong mulai direncanakan pada 2015 dengan survey lokasi. Pada tahun 2016 dimulailah penetapan lokasi, pengadaan lahan, dan dokumen teknis pembangunan senilai Rp 9 miliar.

“Tahun 2017 pembangunan tahap pertama berupa pematangan lahan, pekerjaan struktur Gedung dan jalan senilai Rp 52,99 miliar. Tahun 2018 dilakukan pembangunan tahap kedua berupa pekerjaan infrastruktur kawasan dan pekerjaan bangunan terminal senilai Rp 78, miliar. Total biaya pembanguan yang dibutuhkan hingga selesai Rp 140,49 miliar selama 3 tahun anggaran,” ungkap Djoko.

Fasilitas utama TBI Entikong berupa kantor terminal, jembatan timbang, gudang, area peti kemas, bengkel, dan tempat istirahat pengemudi. Selain itu masih ada fasilitas penunjang, seperti mushola, area parkir, dan kantin.

Diberikan pula ruang pelayanan ekspor impor, seperti ruang fasilitas pelayanan kepabeanan (bea cukai), ruang pelayanan karantina pertanian, ruang pelayanan karantina ikan, ruang pelayanan imigrasi, ruang pelayanan perbankan, dan beberapa ruang penunjang operasional lainnya.

“Ada pula bangunan showcase sebagai tempat pemajangan barang ekspor/impor berjumlah 12 ruang berukuran luas 9 meter persegi,” kata Djoko.

Luas halaman parkir kendaraan peti kemas 2.128 meter persegi dapat menampung peti kemas untuk ukuran 40 kaki sebanyak 24 unit kendaraan dan ukuran 20 kaki sebanyak 39 unit kendaraan peti kemas.

Komoditi ekspor melalui TBI Entikong berupa komoditi pertanian, komoditi hewan dan komoditi perikanan. Komoditi pertanian, seperti CPO, buah langsat, arang kayu, bungkil kelapa, buah pisang, lada biji, kelapa bulat, gula merah, tebu, buah jeruk, asam keranji, dan aquatic plant.

Komoditi hewan yaitu seperti kulit kambing, jangkrik, sarang burung walet, kambing kacang, ulat Hongkong dan daging kuda beku. Sedangkan komoditi perikanan adalah ikan, udang dogol dan udang waking.

“Operasional Terminal Penumpang Internasional ini dilakukan pihak ketiga. Diharapkan keberadaan TBI Entikong akan meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak, mendongkrak perekonomian masyarakat di Kawasan perbatasan Kalimantan Barat, dan dapat menambah lapangan pekerjaan baru,” kata Djoko.

Djoko juga mengungkapkan saat ini telah direncanakan jaringan jalan khusus angkutan barang yang terpisah dengan jalur jalan 4 lajur yang sudah terbangun sekarang ini. Jalan tersebut dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

Selain telah terbangun terminal barang di PLBN Entikong juga diperlukan terminal penumpang dan fasilitas transportasi umum. Fasilitas transportasi umum yang dibutuhkan adalah adanya layanan angkutan umum Rute PLBN Entikong – Kota Sanggau, Rute PLBN Entikong – Kota Pontianak dan angkutan umum kawasan penunjang di sekitar PLBN Entikong (dua rute).

Keberadaan terminal penumpang untuk memberikan tempat yang nyaman bagi kendaraan yang akan menyeberang mulai jam 05.00 menuju Serawak (Malaysia). Selama ini sejumlah kendaraan itu memarkir kendaraannya di sepanjang jalan masuk menuju gerbang PLBN Entikong sepanjang 1 km – 2 km.

“Kendaraan mulai antri memarkir di jalan itu mulai jam 03.00, yanag didominasi kendaraan pribadi. Namun ada juga sejumlah Bus ALBN yang ikut antri setalah berangkat jam 07.00 dari Terminal ALBN Sei Ambawang,” kata Djoko.

Untuk sementara waktu sebelum terminal penumpang dibangun, halaman parkir TBI dapat dimanfaatkan untuk parkir sejumlah kendaraan yang akan melintas pagi hari di PLBN Entikong.

Lewat Inpres Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan, yakni PLBN Aruk, PLBN Entikong, PLBN Badau (Provinsi Kalimantan Barat), PLBN Walini, PLBN Mota’ain, PLBN Motamasin (Provinsi Nusa Tenggara Timur) dan PLBN Skow (Provinsi Papua).

Baca juga !

2 min read