Fri. Dec 9th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Pedemo Myanmar Tewas Terus Bertambah, Total 91 Orang Sehari

2 min read

Pasukan keamanan membunuh lebih dari 90 orang di seluruh Myanmar pada Sabtu (27/3) waktu setempat. Ini menjadi salah satu hari protes paling berdarah sejak kudeta militer yang terjadi sejak Februari 2021.

Jumlah 90 korban tewas tersebut bertambah setelah sebelumnya diinformasikan 50 orang.

Puluhan korban berjatuhan itu bersamaan ketika rezim militer Myanmar sedang merayakan hari Angkatan Bersenjata dan dipimpin langsung sang pemimpin kudeta, yakni Jenderal Senior Min Aung Hlaing.

 

Sebelumnya pada Jumat kemarin, televisi pemerintah sempat mengatakan bahwa pengunjuk rasa berisiko ditembak di kepala dan punggung bila mereka menentang kudeta hari ini.Meski demikian, para demonstran yang menentang kudeta muncul di jalan-jalan Yangon, Mandalay, dan kota-kota lain.

Portal berita Myanmar Now mengatakan 91 orang tewas di seluruh negeri tersebut oleh pasukan keamanan.

Bahkan korban tak hanya berasal dari orang dewasa. Seorang anak laki-laki yang dilaporkan media lokal berusia lima tahun termasuk di antara sedikitnya 29 orang yang tewas di Mandalay.Kemudian 24 orang tewas di Yangon.

“Hari ini adalah hari yang memalukan bagi angkatan bersenjata,” kata Dr. Sasa, juru bicara CRPH, kelompok anti kudeta bentukan anggota parlemen yang digulingkan kepada sebuah forum online mengutip Reuters.

Sementara itu salah satu dari dua lusin kelompok etnis bersenjata Myanmar, Serikat Nasional Karen, mengatakan telah menyerbu sebuah pos militer di dekat perbatasan Thailand dan menewaskan 10 orang, termasuk seorang letnan kolonel.

Seorang juru bicara militer tidak menanggapi panggilan untuk mengomentari 91 pembunuhan yang terjadi hari ini oleh pasukan keamanan maupun serangan pemberontak di posnya.

“Mereka membunuh kami seperti burung atau ayam, bahkan di rumah kami,” kata Thu Ya Zaw di pusat kota Myingyan, di mana sedikitnya dua pengunjuk rasa tewas.
“Kami akan terus memprotes. Kami harus berjuang sampai junta jatuh,” ucap dia.

Kematian hari ini membuat jumlah warga sipil yang dilaporkan tewas sejak kudeta menjadi lebih dari 400 orang.

“Hari angkatan bersenjata Myanmar ke-76 ini akan tetap terukir sebagai hari teror dan aib,” kata delegasi Uni Eropa untuk Myanmar.

“Pembunuhan warga sipil tak bersenjata, termasuk anak-anak, adalah tindakan yang tidak bisa dipertahankan.”

Dalam laporan berita disebut bila ada kematian di wilayah Sagaing tengah, Lashio di timur, di wilayah Bago, Yangon, dan di tempat lain.Seorang bayi berusia satu tahun juga menjadi korban sebab matanya terkeba peluru karet.

Baca juga !