Tue. Jun 28th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

KSP Ingatkan Pesan Jokowi: Aparat Harus Berperspektif HAM!

2 min read

Jakarta –

Kantor Staf Presiden (KSP) mengingatkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa aparat penegak hukum harus memiliki perspektif HAM dalam menjalankan tugasnya. Hal itu disampaikan KSP saat merespons kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI AU terhadap warga penyandang disabilitas di Papua.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, KSP berharap agar semua lapisan masyarakat, terlebih aparat penegak hukum memiliki perspektif HAM, menekankan pendekatan humanis dan dialogis, utamanya terhadap penyandang disabilitas,” kata Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (28/7/2021).

Moeldoko juga menjabarkan dasar hukum aparat dalam menindak penyandang disabilitas. Aturan itu tertuang dalam Undang-Undang hingga Peraturan Pemerintah.

“Hal ini sesuai dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta PP nomor 39 Tahun 2020 tentang Akomodasi Yang Layak Bagi Penyandang Disabilitas Dalam Proses Peradilan,” kata dia.

KSP menekankan agar kekerasan yang dilakukan oleh aparat itu tidak terjadi lagi. KSP juga mengajak semua pihak agar tidak melakukan hal yang sama.

KSP mengajak semua pihak untuk berupaya memastikan agar kejadian tersebut tidak berulang, baik di Papua maupun di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Moeldoko.

“Akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Malam ini juga langsung diproses,” kata Hadi saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (27/7).Sebelumnya, video singkat yang menayangkan detik-detik dua pria berseragam Polisi Militer TNI Angkatan Udara (POM AU) menginjak kepala warga di Papua viral di media sosial. Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan akan memproses dua oknum prajurit POM AU tersebut sesuai hukum yang berlaku.

Kepala Staf Angkatan Udara (AU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo berharap masyarakat membukakan pintu maaf untuk pihaknya atas kejadian tersebut.

“Sekali lagi saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya. Mohon dibuka pintu maaf,” kata Fadjar lewat sebuah video yang diunggah akun Twitter @_TNIAU seperti dilihat detikcom, Rabu (28/7).

Baca juga !