Fri. Dec 2nd, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Kritis Bukan Radikalis Bikin Pemerintah Tak Proses Laporan soal Din

1 min read

Jakarta –

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dilaporkan sebagai radikalis. Pemerintah menyatakan Din tidak radikal, sehingga pemerintah tak memproses laporan soal Din.

Din dilaporkan kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Anti Radikalisme (GAR) ITB ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) soal dugaan pelanggaran kode etik dan kode perilaku.

“Perihal kasus radikalisme ASN an Prof. Dr. H.M Sirajuddin Syamsudin, M.A.Ph.D NIP 1958083111984011001 dengan jabatan dosen Universitas islam Negeri Syarif Hidayatulloh, Jakarta,” isi pembuka surat yang diterima detikcom, Kamis (4/2).

Baik Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU) tidak menyatakan bahwa Din adalah sosok radikal. Kini giliran pihak pemerintah yang menyampaikan pernyataan, yakni lewat cuitan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md.

“Pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme,” kata Mahfud dikutip dalam akun Twitter resminya, Sabtu (13/2).

Menko Polhukam Mahfud MdMenko Polhukam Mahfud Md (Andhika Prasetia/detikcom)

“Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yang juga diusung oleh pemerintah. Dia juga penguat sikap Muhammadiyah bahwa Indonesia adalah ‘Darul Ahdi Wassyahadah’. Beliau kritis, bukan radikalis,” ungkapnya.Mahfud menyatakan Din tidak radikal, melainkan moderat. Din juga dinilainya sebagai sosok yang kritis. Namun, kritis bukan berarti radikal.

Baca juga !