Fri. Dec 9th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Kisah Pilu Anak Korban Penembakan di AS Meninggal dalam Pelukan Ibu

2 min read

Los Angeles – Seorang anak menjadi korban penembakan di sebuah gedung perkantoran di California Selatan, Amerika Serikat. Anak tersebut meninggal dalam pelukan sang ibu.

 

Otoritas setempat menyatakan sang ibu berusaha untuk menyelamatkan anak tersebut dari insiden penembakan tersebut. Penembakan massal yang terjadi di Orange, California, sekitar 48 kilometer sebelah tenggara Los Angeles, ini menandai penembakan massal ketiga yang terjadi di Amerika Serikat dalam waktu kurang dari sebulan.

“Tampaknya seorang anak laki-laki meninggal dalam pelukan ibunya saat dia mencoba menyelamatkannya selama pembantaian yang mengerikan ini,” kata Jaksa Wilayah Orange, Todd Spitzer pada konferensi pers, seperti dilansir Reuters, Jumat (2/4/2021).

Dalam dua penembakan lainnya di bulan Maret, seorang pria membunuh delapan orang termasuk enam wanita Asia di tiga panti pijat di Atlanta, dan seorang pria lainnya melepaskan tembakan ke supermarket di Boulder, Colorado, hingga menewaskan 10 orang.

Berbeda dengan dua penembakan lainnya, para penyelidik di California langsung dapat menentukan bahwa pelaku mengenal korban, bukan melakukan tindakan kekerasan secara acak.

“Motif awalnya diyakini terkait dengan bisnis dan hubungan pribadi yang terjalin antara tersangka dan semua korban,” kata Letnan Jennifer Amat dari Departemen Kepolisian Oranye pada konferensi pers.

Selain anak laki-laki, korban jiwa lainnya adalah seorang pria dan dua wanita.

“Pelaku dan seorang wanita, yang diyakini ibu dari anak laki-laki tersebut kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis tetapi stabil,” kata Amat.

Pada Rabu (31/2) sore waktu setempat, Pelaku yang diidentifikasi sebagai Aminadab Gaxiola Gonzalez berusia 44 tahun, menutup gerbang akses ke gedung dengan kunci sepeda yang membuat polisi kesulitan memasuki lokasi tersebut.

“Sementara itu, amukan mengerikan sedang terjadi di kantor dan orang-orang sekarat atau ditembak,” kata Spitzer.

Pihak berwenang menemukan senjata semi-otomatis dan ransel berisi semprotan merica, borgol, dan amunisi yang mereka yakini milik tersangka.

Baca juga !