Fri. Jul 1st, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Ketua DPR AS Minta Amankan Kode Nuklir Trump, Raja Salman Divaksin Corona

3 min read

Jakarta¬†–

Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat bersiap untuk kembali mencoba memakzulkan Presiden Donald Trump jika dia tidak segera mundur, usai kerusuhan di gedung Capitol AS. Di tengah rencana pemakzulan tersebut, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi berbicara dengan jenderal top AS tentang mencegah Trump mengakses kode peluncuran nuklir di hari-hari terakhir masa jabatannya.

Perkembangan luar biasa ini terjadi dua hari setelah Trump mendesak ribuan pendukungnya untuk berdemo di gedung Capitol AS, hingga memicu kericuhan di mana kerumunan orang membobol gedung Kongres tersebut. Seorang petugas polisi dan empat orang lainnya tewas dalam kerusuhan tersebut.

“Situasi Presiden yang tidak stabil ini sangat berbahaya,” kata Pelosi dalam sebuah pernyataan, tepat sebelum pembicaraan conference call dengan sesama politikus Demokrat untuk membahas rencana memakzulkan mendakwa Trump.

 

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (9/1/2021):

 

– Ramai Seruan Pencopotan Trump Usai Rusuh Capitol, Ini Kata Biden

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden mengindikasikan bahwa dirinya tidak mendukung langkah-langkah untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Biden mengatakan bahwa cara tercepat untuk mengeluarkannya dari jabatan adalah melalui transisi dalam dua minggu.

“Cara tercepat yang akan terjadi adalah kami dilantik pada tanggal 20,” kata Biden, yang akan diambil sumpahnya pada 20 Januari mendatang.

“Apa yang sebenarnya terjadi sebelum atau sesudah, itu keputusan yang akan dibuat oleh Kongres. Tapi itulah yang saya nantikan: dia meninggalkan jabatannya,” imbuh Biden seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/1/2021).

 

 

– Senator Republik Serukan Trump Mundur Usai Kerusuhan di Capitol

Senator Partai Republik Amerika Serikat, Lisa Murkowski menjadi anggota Partai Republik pertama di Senat yang secara terbuka menyerukan pengunduran diri Donald Trump usai penyerbuan massa pendukung Trump ke gedung Capitol AS. Dia mengatakan Presiden AS itu telah “menyebabkan cukup banyak kerusakan” pada bangsa.

Anggota parlemen Alaska itu juga mempertanyakan masa depannya sebagai seorang Republikan, memperingatkan bahwa jika partainya tetap dikuasai Trump meskipun dia telah menghasut massa untuk menyerbu Capitol AS, maka dia bisa meninggalkan Partai Republik untuk selamanya.

“Saya ingin dia mengundurkan diri. Saya ingin dia keluar. Dia telah menyebabkan kerusakan yang cukup besar,” cetus Murkowski yang berang atas perilaku Trump.

 

– Ketua DPR AS Minta Militer Amankan Kode Nuklir yang Dipegang Trump

Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat bersiap untuk kembali mencoba memakzulkan Presiden Donald Trump jika dia tidak segera mundur, usai kerusuhan di gedung Capitol AS. Di tengah rencana pemakzulan tersebut, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi berbicara dengan jenderal top AS tentang mencegah Trump mengakses kode peluncuran nuklir di hari-hari terakhir masa jabatannya.

Perkembangan luar biasa ini terjadi dua hari setelah Trump mendesak ribuan pendukungnya untuk berdemo di gedung Capitol AS, hingga memicu kericuhan di mana kerumunan orang membobol gedung Kongres tersebut. Seorang petugas polisi dan empat orang lainnya tewas dalam kerusuhan tersebut.

“Situasi Presiden yang tidak terkendali ini sangat berbahaya,” kata Pelosi dalam sebuah pernyataan, tepat sebelum pembicaraan conference call dengan sesama politikus Demokrat untuk membahas rencana memakzulkan mendakwa Trump.

 

– Rekor Baru, AS Catat Hampir 290 Ribu Kasus Corona dalam Sehari

Amerika Serikat mencatat rekor baru untuk jumlah kasus harian infeksi virus Corona. Pada Jumat (8/1) waktu setempat, negeri adikuasa itu mencatat hampir 290.000 kasus baru Corona dalam kurun waktu 24 jam. Demikian menurut penghitungan yang dilakukan oleh Universitas Johns Hopkins (JHU).

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/1/2021), negara yang paling terpukul di dunia akibat pandemi COVID-19 itu juga mencatat 3.676 kematian akibat virus Corona pada hari yang sama. Demikian menurut data dari universitas yang berbasis di Baltimore itu.

Sehari sebelumnya, Amerika Serikat telah mencatat rekor hampir 4.000 kematian dalam waktu 24 jam.

 

– Raja Salman Disuntik Vaksin Corona Pfizer-BioNTech

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mendapat suntikan vaksin virus Corona (COVID-19). Raja Salman disuntik vaksin COVID-19, tiga minggu setelah Kerajaan Arab Saudi memulai program inokulasi tiga fase.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/1/2020), media resmi Saudi Press Agency (SPA) menyebut Raja Salman yang berusia 85 tahun, menerima dosis pertama vaksin virus Corona pada Kamis (7/1) waktu setempat.

SPA menerbitkan gambar dan video yang menunjukkan Raja Salman menerima suntikan vaksin virus Corona. Arab Saudi meluncurkan kampanye vaksinasi virus Corona pada 17 Desember lalu, setelah menerima pengiriman pertama vaksin buatan Pfizer-BioNTech.

Kementerian Kesehatan Saudi mengatakan program itu akan diluncurkan dalam tiga fase, dimulai dengan orang-orang yang berusia di atas 65 tahun dan mereka yang menderita penyakit kronis atau berisiko tinggi terinfeksi.

Baca juga !