Fri. Dec 9th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Keterlaluan Ulah Israel saat Jemaah Palestina di Al-Aqsa Dibubarkan

3 min read

Jakarta –

Militer Israel telah menggunakan kekerasan membubarkan para jemaah dan demonstran Palestina dari kompleks Masjid Al-Aqsa. Tindakan Israel yang keterlaluan itu menuai protes.

Dilansir Arab News, peristiwa pembubaran para jemaah dan demonstran oleh tentara Israel terjadi pada Minggu (18/7) waktu setempat.Gangguan-gangguan terjadi saat jelang Idul Adha. Namun menurut kalender Yahudi, Minggu (18/7) kemarin adalah hari Tisha b’Av yang diperingati sebagai hari kehancuran kuil Yahudi lebih dari 2 ribu tahun lalu. Kuil itu dihancurkan pertama kali tahun 586 Sebelum Masehi, kuil kedua dihancurkan pada 70 Masehi.

Tentara-tentara Israel dilaporkan menembakkan granat kejut dan gas air mata ke arah tempat suci bagi umat Muslim, yang memicu korban luka di kalangan jemaah Palestina dan memicu kerusakan terhadap situs tersuci ketiga bagi umat Muslim tersebut.

Diketahui bahwa kompleks Al Haram al-Sharif yang menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa, juga disucikan oleh warga Yahudi yang menyebutnya sebagai Temple Mount dan diyakini menjadi lokasi dua kuil Yahudi pada era-Alkitab.

Israel juga disebut membiarkan ribuan ekstremis Yahudi memasuki kompleks Al Haram Al Sharif.

Aktivitas berdoa di tempat umum oleh para ekstremis Yahudi pada Minggu (18/7) waktu setempat, yang dilaporkan media-media Israel, jelas melanggar kesepakatan tersebut, dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap status quo sejak pendudukan Israel tahun 1967 silam.

Yordania protes

Otoritas Yordania melayangkan protes resmi kepada Israel terkait peristiwa tersebut. Tentara Angkatan Bersenjata Israel dianggap gagal menghentikan para ekstremis Yahudi untuk berdoa di situs suci tersebut, yang jelas melanggar perjanjian sejak lama yang melarang warga Yahudi berdoa di dalam kompleks suci itu.

Kementerian Luar Negeri Yordania mengirimkan surat untuk memprotes secara resmi sikap tentara Israel tersebut. Yordania menyerukan agar Israel menghentikan provokasi dan menghormati status quo terkait kompleks Masjid Al-Aqsa.

“Untuk menghentikan pelanggaran dan provokasi, menghormati status quo historis dan legal, menghormati kesucian masjid dan kebebasan beribadah, dan menghormati wewenang Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al-Aqsa,” tegas Kementerian Luar Negeri Yordania dalam pernyataannya.

Yordania, satu-satunya negara Arab selain Mesir yang memiliki perjanjian damai dengan Israel, bertugas mengawasi situs suci Islam di Yerusalem itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Daifallah Al-Fayez, menegaskan bahwa tindakan Israel dalam peristiwa pada Minggu (18/7) waktu setempat telah melanggar banyak ketentuan dan aturan.

“Tindakan Israel terhadap masjid merupakan pelanggaran status quo historis dan legal, hukum internasional, dan kewajiban Israel sebagai kekuatan pendudukan di Yerusalem Timur,” tegasnya.

Dalam pernyataan terpisah, Perdana Menteri (PM) Israel, Naftali Bennett, menyatakan bahwa warga Yahudi yang ingin naik ke kompleks suci itu seharusnya diizinkan melakukannya secara tertib. Tidak ada komunikasi resmi antara Israel dan Wakaf Islam di Yerusalem.

Raja Yordania, Abdullah, telah mendapatkan komitmen dari PM Israel sebelumnya, Benjamin Netanyahu, di hadapan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, pada tahun 2014 lalu untuk menyediakan Al-Aqsa bagi umat Muslim untuk beribadah dan bagi semuanya untuk berkunjung.

Turki protes

Pemerintah Turki geram dan menuduh Israel mengganggu ibadah jemaah Palestina dan mengizinkan pemukim Yahudi menyerbu masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa.

Seperti dilansir media lokal Turki, Daily Sabah, Senin (19/7/2021), Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataannya menuduh tentara Israel telah ‘melanggar kesucian Haram Al-Sharif’.

“Kami mengecam pasukan Israel yang melanggar kesucian Haram al-Sharif sekali lagi dengan membiarkan kelompok rasis (Israel) untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa, mengganggu ibadah warga sipil Palestina dengan granat kejut dan menahan sejumlah warga sipil Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, dalam gambar-gambar yang menyinggung martabat manusia,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Pernyataan itu menambahkan bahwa ‘sangat berbahaya’ untuk provokasi semacam itu terus berlanjut di tengah situasi terkini di mana ketegangan akibat serangan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa pada Mei lalu masih segar dalam ingatan.

“Kami menekankan kembali seruan kami kepada pemerintah Israel untuk mengakhiri aksi dan serangan provokatif ini sesegera mungkin,” tegas pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Baca juga !