Mon. Sep 26th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Kala Macron Murka Gegara Australia Berpaling ke Kapal Selam Amerika

3 min read

Jakarta –

Presiden Prancis Emmanuel Macron murka lantaran Australia membatalkan kontrak kapal selam. Australia berpaling ke Amerika Serikat.

Kemarahan Macron itu lantas membuat dirinya mengambil keputusan untuk menarik duta besarnya dari Australia dan Amerika. Langkah ini yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menunjukkan besarnya kemarahan Prancis terhadap kedua sekutunya itu.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (18/9/2021), Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan, Presiden Emmanuel Macron menarik dubes-dubes tersebut setelah Canberra membatalkan kesepakatan untuk membeli kapal selam Prancis demi mendapatkan kapal selam nuklir Amerika Serikat.

Le Drian mengatakan keputusan itu dibuat untuk “segera” menarik kedua duta besar Prancis karena “keseriusan luar biasa dari pengumuman yang dibuat pada 15 September oleh Australia dan Amerika Serikat”.

Dikatakan Menlu Prancis itu, pengabaian proyek kapal selam yang telah dikerjakan Australia dan Prancis sejak 2016 merupakan “perilaku yang tidak dapat diterima di antara sekutu dan mitra.”

“Konsekuensinya mempengaruhi konsep yang kami miliki tentang aliansi kami, kemitraan kami, dan pentingnya Indo-Pasifik bagi Eropa,” tambahnya.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan aliansi pertahanan baru antara Australia-AS-Inggris pada hari Rabu (15/9) lalu, yang memperluas teknologi kapal selam nuklir AS ke Australia serta pertahanan dunia maya, kecerdasan buatan terapan, dan kemampuan bawah laut.

Pakta tersebut secara luas dipandang bertujuan untuk melawan kebangkitan China.

Langkah itu membuat marah Prancis, yang kehilangan kontrak untuk memasok kapal selam konvensional ke Australia senilai Aus$ 50 miliar (US$ 36,5 miliar) saat ditandatangani pada 2016.

Australia Masih Berharap Kerja Sama dengan Prancis

Pemerintah Australia menyatakan memahami kekecewaan Prancis dengan dibatalkannya kesepakatan kapal selam tersebut. Namun, Australia juga mengatakan pihaknya berharap untuk terus bekerja sama dengan Prancis.

“Saya benar-benar memahami kekecewaan tersebut. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah masalah yang sangat sulit untuk ditangani,” kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (18/9/2021).

“Tetapi kami akan terus melakukan pendekatan secara konstruktif dan erat dengan rekan-rekan kami di Prancis,” imbuhnya.

Payne mengatakan bahwa Australia mengakui peran Prancis di Pasifik, termasuk upaya tiga arah bersama yang dilakukan dengan Selandia Baru dalam bantuan kemanusiaan.

Payne mengatakan dirinya berharap untuk bekerja sama dengan Prancis “untuk memastikan bahwa mereka memahami nilai yang kami tempatkan pada peran yang mereka mainkan, dan memahami nilai yang kami tempatkan pada hubungan bilateral dan pekerjaan yang ingin kami terus lakukan bersama.”

Australia membatalkan kesepakatan bernilai miliaran dolar AS untuk kapal selam konvensional Prancis saat menyepakati aliansi baru dengan Inggris dan Amerika Serikat, di mana Australia akan memperoleh kapal selam bertenaga nuklir AS.

AS Sesalkan Sikap Macron

Seorang pejabat Gedung Putih menyesalkan penarikan Dubes Prancis tersebut dari AS. Namun, dikatakannya “kami akan terus terlibat dalam beberapa hari mendatang untuk menyelesaikan perselisihan kami, seperti yang telah kami lakukan di titik-titik lain selama aliansi panjang kami.”

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan dalam sebuah tweet bahwa Washington memahami posisi Prancis dan berada dalam “kontak dekat” dengan Paris.

Sementara itu, juru bicara Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, John Kirby mengakui bahwa pembicaraan telepon sebelumnya antara Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly menunjukkan “bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam hal hubungan pertahanan kita dengan Prancis.”

Baca juga !