Wed. Dec 7th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Jumpa Pers di Hambalang Picu Kubu Moeldoko dan Demokrat Saling Serang

4 min read

Jakarta –

Partai Demokrat kubu Moeldoko dan kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saling menyerang. Aksi saling serang ini lantaran kubu Moeldoko mengadakan konferensi pers di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Konferensi pers itu dilaksanakan pada Kamis (25/3/2021) siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Kegiatan itu digelar di area Hambalang Sport Center yang mangkrak dengan bermodal tenda dan diiringi hujan deras saat itu.

 

Awalnya, kubu Moeldoko mengaku memiliki alasan tersendiri melakukan konferensi pers di lokasi tersebut. Salah satu penggagas KLB PD, Darmizal, menyampaikan Hambalang merupakan kawasan bersejarah bagi Partai Demokrat.

Dia lantas menyerang Partai Demokrat dengan mengungkit salah satu sejarah yang pernah terjadi, yakni kasus korupsi proyek Hambalang. Beberapa kader PD memang terjerat kasus tersebut.

“Terkait kegiatan, benar kita adakan di Hambalang. Kita konpers di tempat yang paling bersejarah dan penuh paradoks. Satu sisi ‘katakan tidak, tapi sisi lain lakukan korupsi secara berjemaah’, termasuk proyek Hambalang,” katanya.

Darmizal menyebut Hambalang merupakan kisah sedih Partai Demokrat. Dia pun berharap persoalan Hambalang bisa segera diselesaikan.

“Semoga Hambalang jadi halaman berikutnya dalam penuntasan bongkar kisah sedih masa lalu tersebut,” ujarnya.

Dia lantas juga menyinggung terkait kudeta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas Anas Urbaningrum dari posisi Ketua Umum PD. Dia menilai kudeta yang dipaksakan saat itu terjadi lantaran persoalan Hambalang.

“Hambalang dipilih sebagai tempat konferensi pers karena memiliki nilai sejarah bagi Partai Demokrat. Melalui Hambalang inilah SBY pertama kali mengkudeta Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Karena kudeta melalui cara politik gagal, SBY melakukan kudeta melalui cara hukum yang sangat terkesan dipaksakan,” tuturnya.

Serangan juga datang dari penggagas KLB lainnya yang juga mantan kader senior Partai Demokrat, yakni Max Sopacua. Max menjelaskan alasan konferensi pers digelar di Hambalang untuk menunjukkan kasus inilah yang merontokkan Partai Demokrat.

“Kenapa Pak Darmizal, Pak Rahmad, dan kawan-kawan menetapkan konferensi persnya di Hambalang. Ini persoalannya, kalau konferensi pers biasa kita di restoran Dapur Sunda saja. Kalau nggak, di dapur makanan Ambon kita bisa bikin,” kata Max Sopacua.

 

“Tetapi kenapa kita bikin di sini, substansinya harus Anda catat. Tempat inilah, proyek inilah, bagian salah satu yang merontokkan elektabilitas Demokrat pada ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi. Dan yang paling penting, sebagian besar dari kawan-kawan kami yang terlibat sudah menderita, sudah dimasukkan ke tempat-tempat yang harus mereka masuk karena kesalahan,” lanjutnya.

Max Sopacua kemudian mengungkit soal mereka yang belum tersentuh hukum dalam kasus Hambalang.

“Tetapi ada yang tidak tersentuh hukum yang ju

Kemudian, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas juga diserang terkait kasus Hambalang. Ibas disinggung mendapatkan sejumlah bagian dari persoalan tersebut.

“Tidak disebutkan di media mana starting point-nya, apa kata Anas itu. Bagiannya tidak terlepas kalau kita menyampaikan, Pak Anas dapat berapa, Ibas dapat berapa, dan lain-lain dapat berapa, itu panjang nantinya. Yang jelas, mereka yang pernah terlibat, Andi Mallarangeng udah pernah masuk penjara juga. Gara-gara karena dia Menteri Olahraga. Yang membawahi Hambalang ini,” ucap Max.

Tak berhenti sampai di situ, kubu Moeldoko lewat juru bicaranya Muhammad Rahmad juga menyinggung terkait AD/ART Partai Demokrat tahun 2020. Dia menyebut AD/ART tersebut melanggar UU.

“Kami juga menemukan setidaknya ada 14 (empat belas) pasal di dalam AD/ART Partai Demokrat tahun 2020 yang melanggar ketentuan UU Partai Politik,” kata juru bicara PD kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad.

“Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam materi dan/atau muatan pasal-pasal dalam AD/ART Partai Demokrat Tahun 2020 tersebut sangat fatal, karena menyangkut kedaulatan anggota partai politik dan forum kekuasaan tertinggi pengambilan keputusan, serta Mahkamah Partai yang merupakan jiwa dari UU Parpol No 2 tahun 2011,” papar dia.

Kubu AHY Membalas

Tak tinggal diam, Partai Demokrat pun menjawab serangan kubu Moeldoko dengan serangan. Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat menyebut konferensi pers di Hambalang sebagai bentuk frustrasi pihak kubu Moeldoko.

“Konferensi pers ini merupakan bentuk frustrasi dan upaya menutupi rasa malu kepada peserta KLB abal-abal dan khalayak luas,” kata Kepala Bamkostra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Kamis (25/3/2021).

“Mereka mau mengalihkan isu dari rentetan kegagalan upaya kebohongan publik yang mereka lakukan selama 2 minggu terakhir,” lanjutnya.

 

Herzaky menyebut kubu Moeldoko gagal dalam pengambilalihan partai. Dia menyinggung lamanya pengajuan hasil KLB ke Kemenkumham hingga Marzuki Alie yang mencabut gugatan di PN Jakarta Pusat.

“Pertama, katanya pasca-KLB abal-abal akan segera memasukkan berkas ke Kemenkumham. Faktanya, butuh waktu lebih dari seminggu untuk mengajukan. Kedua, laporan Marzuki Alie ke Bareskrim Polri ditolak. Ketiga, laporan Moeldoko ke Polda Metro Jaya juga ditolak. Terakhir, gugatan Marzuki Alie dan kawan-kawan ke PN dicabut karena ketidakyakinan mereka terhadap legal standing,” ujarnya.

Herzaky mengatakan pihaknya fokus menyelesaikan gugatan terhadap Jhoni Allen dkk atas penggunaan atribut PD. Dia berharap publik tidak terpengaruh oleh upaya yang disebutnya ‘begal politik’ itu.

“Kami, Partai Demokrat, akan tetap fokus pada menunggu keputusan penolakan Kemenkumham atas permohonan pihak KLB abal-abal,” tuturnya.

Pembelaan Partai Demokrat juga diberikan kepada Ibas yang sempat diseret-seret oleh kubu Moeldoko. Sekretaris Deputi Bappilu Partai Demokrat (PD) Kamhar Lakumani menilai kubu Moeldoko-lah yang menjadi biang kerok perusak partai.

“Pernyataan Max Sopacua semakin menambah daftar bahwa mereka sama sekali tak punya niat baik terhadap Partai Demokrat, yang membangun fitnah terhadap Mas Ibas,” kata Kamhar.

“Semakin ke sini, semakin tampak nyata dan terang benderang pertentangan antara niat baik yang mereka sampaikan untuk menyelamatkan Partai Demokrat, dengan yang mereka kerjakan justru memfitnah,” lanjutnya.

a menikmati hasil dari sini, sampai hari ini belum. Mudah-mudahan segera ya,” ujarnya.

Pembelaan untuk Ibas juga diberikan oleh Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng. Dia menegaskan Ibas tidak ada kaitannya dengan kasus di Hambalang.

“Lalu mereka justru menyerang membabi buta kepada SBY, AHY, atau Ibas. Kalau soal Hambalang, itu tidak ada urusan sama sekali dengan Ibas. Kalau Pak SBY, justru Pak SBY sebagai Ketua Dewan Pembina, melakukan penyelamatan terhadap partai, karena Saudara Anas sebagai ketum terkena masalah hukum. Soal ada yang tersangkut soal Hambalang tapi sampai sekarang belum dihukum, mestinya juga dicek kader-kader partai lain yang juga terungkap di persidangan dan sudah menjadi pemberitaan yang luas. Orangnya jelas kok,” ujarnya.

Baca juga !