Wed. Jun 29th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Joe Biden Kucurkan Paket Bantuan Rp 500 Triliun ke Ukraina

2 min read

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Sabtu, 21 Mei 2022, menanda-tangani Rancangan Undang-undang (RUU) paket bantuan senilai USD 40 miliar (Rp 586 triliun). Hal ini dikonfirmasi oleh Gedung Putih setelah Biden terbang ke Seoul.

Legislasi Amerika Serikat menyediakan uang bantuan kemanusiaan dan militer, termasuk bantuan militer ke Ukraina untuk membantu mengisi kembali peralatan (militer) Amerika Serikat yang sudah dikirim ke Ukraina. Uang bantuan sebesar itu, juga untuk memberikan layanan kesehatan dan obat-obatan untuk menolong para pengungsi Ukraina.

Penasehat Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan mengatakan pada CNN, Presiden Biden memang sudah niat ingin menanda-tangani RUU itu, maka tak heran dia menanda-tanganinya dengan cepat. Dalam RUU itu, diantaranya termaktub perluasan otoritas Presiden Amerika Serikat untuk mengucurkan pendanaan hingga USD 11 miliar (Rp 161 triliun) dari sebelumnya hanya USD 5 miliar (Rp 73 triliun).

Dengan pemberian otoritas pada Presiden ini, maka Pemerintahan Biden bisa mengirimkan peralatan militer dan persenjataan ke Ukraina dari stok-stok Amerika Serikat.

RUU yang baru ditanda-tangani Biden itu, juga memberikan pendanaan sebesar USD 6 miliar (Rp 88 triliun) di bawah program Ukraine Security Assistance Initiative. Ini adalah program lain bagi Pemerintahan Biden untuk memberikan bantuan militer ke Ukraina.

Ukraine Security Assistance Initiative memungkinkan Pemerintahan Biden membeli senjata-senjata dari para kontraktor untuk dikirim ke Ukraina. Sedangkan sebuah fact sheet dari anggota DPR Amerika Serikat Partai Demokrat menyebut uang bantuan dalam program ini diantaranya akan membantu militer Ukraina dan pasukan keamanan nasional negara itu, pengadaan persenjataan, peralatan, pelatihan, logistic dan dukungan intelijen serta kebutuhan lainnya.

Amerika Serikat akan mengucurkan pendanaan sebesar USD 9 miliar (Rp 132 triliun) untuk membantu pengadaan stok ulang peralatan militer Amerika Serikat, yang sudah dikirim ke Ukraina.

Baca juga !