Sat. Dec 3rd, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

IHSG Naik 1,75 Persen, Kapitalisasi Pasar Lompat ke Rp8.338 Triliun

3 min read

Nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami peningkatan selama sepekan terakhir. Sejak Senin (6/12/2021) hingga Jumat (10/12/2021) nilai kapitalisasi pasar bursa melonjak 2,97 persen dari Rp8.098,623 triliun menjadi Rp8.338,964 triliun.

Kenaikan nilai kapitalisasi pasar di BEI juga berbarengan dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam penutupan perdagangan Jumat lalu.

“IHSG ditutup meningkat 1,75 persen di level 6.652,922 pada pekan ini dari posisi 6.538,506 sepekan yang lalu,” ujar P.H Sekretaris Perusahaan PT BEI, Aulia Noviana Utami Putri, dalam keterangan resminya, Minggu (12/12/2021).

1. Perubahan yang terjadi di pasar modal Indonesia lainnya

IHSG Naik 1,75 Persen, Kapitalisasi Pasar Lompat ke Rp8.338 Triliun

Kendati nilai kapitalisasi pasar dan IHSG mengalami peningkatan, lain halnya dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) yang justru menurun selama sepekan ini.

RNTH di bursa selama sepekan mencatatkan penurunan 1,77 persen menjadi Rp15,030 triliun dari Rp15,301 triliun pada pekan lalu.

Kemudian, rata-rata frekuensi harian bursa juga mengalami penurunan 2,76 persen menjadi 1.322.238 kali transaksi dari 1.359.6999 kali transaksi pada pekan sebelumnya.

“Di sisi lain, kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa, yakni sebesar 11,60 persen menjadi 25,657 miliar saham dari 22,990 miliar saham sepekan sebelumnya,” kata Aulia.

Sementara itu, investor asing pada Jumat mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp721,5 miliar dan sepanjang 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp39,604 triliun.

2. Ada delapan saham baru yang tercatat di BEI minggu ini

IHSG Naik 1,75 Persen, Kapitalisasi Pasar Lompat ke Rp8.338 Triliun

Dalam sepekan terakhir, ada delapan perusahaan baru yang mencatatkan saham perdananya di BEI. Dimulai pada Senin (6/12/2021), terdapat empat pencatatan saham baru.

Mereka adalah PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), dan PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS). Keempat emiten tersebut menjadi perusahaan tercatat nomor 44, 45, 46, dan 47 yang terdaftar di BEI pada tahun ini.

Kemudian pada Selasa (7/12/2021), saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) tercatat di Papan Utama BEI dan menjadikan perusahaan kelima yang mencatatkan saham perdananya pada pekan ini. RMKE merupakan perusahaan tercatat ke-48 yang tercatat di BEI pada tahun ini.

Berikutnya pada Rabu (8/12/2021), ada PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) dan PT Avia Avian Tbk (AVIA) sebagai perusahaan keenam dan ketujuh yang tercatat di BEI sepanjang pekan ini. Keduanya menjadi perusahaan tercatat nomor 49 dan 50 pada 2021.

Terakhir, pada Kamis (9/12/2021), PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan BEI. IPPE menjadi perusahaan tercatat ke-51 yang tercatat di BEI tahun ini.

3. Ada satu obligasi baru yang tercatat di BEI minggu ini

IHSG Naik 1,75 Persen, Kapitalisasi Pasar Lompat ke Rp8.338 Triliun

Dalam sepekan terakhir ini BEI juga mendapatkan satu pencatatan obligasi. Obligasi Berkelanjutan II Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap II Tahun 2021 diterbitkan oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk mulai dicatatkan di BEI pada Kamis (9/12/2021).

Obligasi ini dicatatkan dengan nilai nominal Rp2.011.955.000.000, sedangkan Sukuk dicatatkan dengan nilai nominal Rp738.810.000.000. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk Obligasi serta Sukuk ini adalah idA+ (Single A Plus) dan idA+(sy) (Single A Plus Syariah)

Aulia menjelaskan, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 92 Emisi dari 53 perusahaan senilai Rp94,71 triliun.

“Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI hingga saat ini berjumlah 475 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp428,36 triliun dan 47,5 juta juta dolar AS serta diterbitkan oleh 124 emiten,” kata dia.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 141 seri dengan nilai nominal Rp4.423,98 triliun dan 300 juta dolar AS, sedangkan Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp5,28 triliun.