Tue. Dec 6th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Gempar Lagi di Australia Sebab Video Asusila di Parlemen Beredar

2 min read

Jakarta –

Parlemen Australia kembali dibuat gempar lantaran kemunculan sejumlah video tindakan seksual yang dilakukan di gedung parlemen ramai diberitakan. Video tersebut memperlihatkan tindakan seorang anggota parlemen yang melakukan tindakan masturbasi di atas meja anggota parlemen wanita.

Seperti dilansir AFP, Selasa (23/3/2021) beberapa video dan foto, yang diduga telah dibagikan dalam obrolan grup staf koalisi pemerintah sebelum dibocorkan oleh seorang pelapor, pertama kali diungkapkan oleh surat kabar The Australian dan Channel 10 pada Senin (22/3) malam waktu setempat. Hal itu pun memicu kemarahan baru dari anggota parlemen perempuan dan publik Australia, menyusul tuduhan pemerkosaan yang memicu protes nasional sebelumnya.

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison – yang sudah berada di bawah tekanan terkait penanganan tuduhan-tuduhan pelecehan seksual termasuk terkait penasihat pemerintah wanita yang diperkosa oleh seorang kolega – menyebut perilaku itu “memalukan” dan “benar-benar memalukan”.

Pelapor, yang diidentifikasi hanya sebagai Tom, mengatakan kepada dua media tersebut bahwa staf pemerintah dan anggota parlemen sering menggunakan ruang ibadah di Gedung Parlemen untuk berhubungan seks, dan menuduh bahwa para pekerja seks kerap dibawa masuk ke gedung parlemen “untuk kesenangan anggota parlemen koalisi”.

Tom juga mengatakan sekelompok staf secara rutin bertukar foto eksplisit diri mereka sendiri dan dia menerima begitu banyak foto. Dikatakan ada “budaya laki-laki yang berpikir bahwa mereka dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan”.

Merespons kabar tersebut, seorang ajudan langsung dipecat dan pemerintah menjanjikan tindakan lebih lanjut.

Parlemen Australia telah berulang kali dikritik karena budaya tempat kerja yang “toxic” yang diduga memicu penindasan, hingga pelecehan seksual terhadap wanita secara terus-menerus.

Mantan staf pemerintah, Brittany Higgins, mengajukan tuduhan terbuka pada bulan lalu bahwa dia telah diperkosa oleh seorang kolega di kantor parlemen menteri pada 2019 lalu.

Sementara awal bulan ini, Jaksa Agung Christian Porter dengan keras membantah tuduhan bahwa dia telah memperkosa seorang gadis berusia 16 tahun pada tahun 1988 ketika mereka berdua masih berstatus pelajar.

Menteri Wanita Marise Payne mengatakan kepada media lokal bahwa pengungkapan fakta terbaru itu “sangat mengecewakan”, sembari mengatakan hal ini menyoroti perlunya penyelidikan atas perintah pemerintah tentang budaya tempat kerja parlemen.

Menteri Kabinet Karen Andrews mengatakan dia memiliki seksisme yang “sangat berhati-hati” dalam politik dan “hati nuraninya tidak akan lagi mengizinkan untuk tetap diam”. Dia mengatakan kepada wartawan di Canberra bahwa Partai Liberal yang berkuasa harus mempertimbangkan kuota gender untuk perwakilan politiknya.

Bulan ini, puluhan ribu wanita bergabung dalam aksi unjuk rasa “#March4Justice” untuk memprotes kekerasan seksual dan ketidaksetaraan gender, menyerukan perubahan sistemik dalam politik dan masyarakat Australia yang lebih luas.

Baca juga !