Tue. Sep 27th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Dukung Arahan Jokowi, Azis Minta Polri Pintar Terjemahkan Pasal UU ITE

2 min read

Jakarta –

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk selektif menerima laporan terkait Undang-undang Informatika dan Transaksi Elektronik (ITE). Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin menilai arahan ini membuat Polri harus bertindak bijaksana.

Sikap selektif, kata Azis, bukan berarti mengabaikan laporan. Tapi, mencermati laporan yang masuk.

“Jika hal-hal sepele muncul lalu sesak di ruang media sosial, ini adalah konsekuensi dari keterbukaan informasi itu sendiri. Maka pintar-pintarlah menerjemahkan pasal demi pasal. Tegas menjadi keharusan, tapi jangan sampai langkah yang diberlakukan menimbulkan kerancuan, apalagi multitafsir,” kata Azis dalam keterangan resminya, Selasa (16/2/2021).

Azis pun mendukung arahan Presiden Jokowi agar Polri membuat pedoman resmi soal interpretasi pasal-pasal dalam UU ITE. Sehingga, hanya ada satu pemahaman dalam penerapan pasal-pasal di UU ITE.

“Semangatnya satu, jangan sampai ada yang dirugikan dari kebebasan berpendapat. Dan mampu melindungi objek maupun subjek dari persoalan yang mencuat,” kata politikus Golkar tersebut.

DPR pun meminta Kapolri untuk meningkatkan penegasasan dalam penerapan UU ITE. Sehingga pelaksanaan UU memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

“Penegasan Presiden Jokowi menjadi preambule. Pembuka langkah Polri dalam mengedepankan azas keadilan. DPR pun prihatin, belakangan ini riuh masyarakat saling lapor. Saya perlu mengingatkan bahwa negara kita adalah negara hukum yang selalu melindungi kepentingan yang lebih luas dan menjamin keadilan masyarakat,” kata Azis.

Aziz menekankan bahwa masyarakat Indonesia memiliki semangat saling menghargai. Khususnya menghargai perbedaan pendapat dalam iklim demokrasi ini.

“Yakinlah, jika semangat saling menghargai pendapat maka demokrasi akan jernih. Tidak sebaliknya kental dengan rasa kegamangan. Kita harus terus membangun dan memelihara konsep besar kebangsaan agar perjalanan sejarah politik dan kepemimpinan terus tumbuh,” ucap Azis.

Baca juga !