Tue. Oct 4th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Dampak Polusi Udara di Jakarta Disebut 6 Kali Lebih Berbahaya dari HIV/AIDS

1 min read

Dampak polusi udara di Jakarta disebut enam kali lebih berbahaya dari pada penyakit AIDS yang disebabkan oleh virus HIV.

Hal tersebut dikatakan oleh Michael Greenstone, pencipta Air Quality Life Index (AQLI) atau indeks kehidupan kualitas udara dari Energy Policy Institute at the University of Chicago (EPIC).

Tidak hanya itu, polusi tersebut juga sebanding dengan aktivitas merokok dan lebih berbahaya tiga kali lipat daripada mengkonsumsi alkohol.

“Dampaknya pada harapan hidup ini sebanding dengan aktivitas merokok yang dilakukan manusia, tetapi lebih dari tiga kali lipat konsumsi minuman beralkohol dan air yang tidak aman, enam kali lipat dari HIV/AIDS,” kata Michael dalam keterangan tertulis, Minggu (19/6/2022).

Temuan utama AQLI di Jakarta Raya, penduduk 10,3 juta jiwa akan kehilangan harapan hidup rata-rata 2,4 tahun.

Itupun jika Jakarta berhasil menurunkan tingkat pencemaran udara sesuai standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

Selain Jakarta, ada juga Jawa Barat yang diklasifikasikan sebagai provinsi dengan udara paling tercemar di Indonesia.

“Di sini (Jawa Barat), polusi partikular dapat membuat 48 juta penduduk kehilangan harapan hidup rata-rata 1,6 tahun,” imbuh Michael.

Sebagai informasi, tingkat paparan polusi aman menurut WHO berada pada 5 mikrogram per meter kubik.

Sedangkan tingkat paparan polusi udara di Jakarta berdasarkan laporan AQLI di tahun 2020 mencapai 29,9 mikrogram per meter kubik.

Selain Jakarta, laporan yang sama juga merilis tingkat polusi di 33 provinsi lainnya.

Disebutkan, seluruh provinsi di Indonesia tidak memiliki tingkat polusi udara sesuai standar kesehatan WHO.

Polusi terendah terdapat di Provinsi Maluku dengan kadar polusi 6,5 mikrogram per meter kubik.

Baca juga !