Tue. Oct 4th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

‘Crazy Rich’ Helena Lim Divaksin Duluan, PAN: Kalau Bukan Nakes, Salahi Aturan

3 min read

Jakarta –

PAN DKI menyoroti soal ‘crazy rich Jakarta Utara‘ Helena Lim yang mendapat vaksinasi Corona atau COVID-19 duluan. Menurut PAN DKI, vaksinasi Corona saat ini difokuskan untuk tenaga kesehatan (nakes).

“Apakah si ibu Helena itu masuk ke nakes seperti ketentuan aturan? Definisi nakes itu siapa saja? Kalau pernah saya baca kan termasuk apoteker. Nah, saya nggak tahu dia apoteker atau bukan,” kata Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Oman Rohman Rakinda saat dihubungi, Rabu (10/2/2021).

Dia menilai ada kesalahan yang terjadi jika Helena bukan nakes namun malah mendapat vaksinasi Corona duluan. Dia mengatakan hal tersebut harus ditelusuri.

“Kalau dia bukan apoteker, atau bukan nakes yang berhak vaksinasi, ya dia menyalahi aturan,” ujarnya.

“Kalau perihal vaksinasi itu menyalahi definisi nakes berdasarkan UU Kesehatan atau Peraturan Menkes, apa yang dilakukan Helena itu melanggar di luar ketentuan,”sambugnya.

Sebagai informasi, aturan yang dimaksud Oman adalah Pemenkes Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Pada Pasal 8 ayat 4 Permenkes 84 Tahun 2020 ini diatur mengenai kelompok prioritas penerima vaksinasi.

Oman mengatakan tak ada masalah jika Helena Lim merupakan tenaga kesehatan sehingga mendapat vaksin Corona lebih dulu. Meski demikian, dia meminta benar-tidaknya Helena Lim sebagai nakes ditelusuri.

“Ya kalau dia nakes nggak masalah atas vaksinasi kemarin tapi kalau dia bukan nakes tapi memanfaatkan posisi dia sebagai owner klinik farmasi, atau apotek berarti ini celah yang dimanfaatkan oleh si ibu itu untuk mendapatkan vaksinasi,” ujarnya.

“Tapi begini, yang perlu vaksin itu, yang butuh terbebas dari vaksin memang semua masyarakat kita. Entah dia miskin, entah dia kaya, entah superkaya. Kita mendesak Menkes untuk memberikan kanal, kesempatan untuk orang-orang kaya divaksin dengan biaya sendiri. Kalaupun dia punya uang dan sebagainya tapi kemudian belum ada ketentuannya, belum ada vaksinnya untuk orang-orang kaya mungkin orang kaya jadi merasa tidak punya kesempatan untuk divaksin, padahal beliau bisa beli,” ucapnya.Meski demikian, Oman mengaku maklum jika Helena Lim ingin segera disuntik vaksin Corona. Dia juga berharap pemerintah menyediakan dasar aturan jika ada orang-orang super kaya yang hendak melakukan vaksinasi mandiri.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria masih memastikan kenapa Helena bisa lebih awal mendapat vaksin Corona. Politikus Gerindra ini juga meminta jajarannya menelusuri surat keterangan tenaga kesehatan yang didapat Helena Lim.

“Itu kan yang selebgram, ya? Saya sudah minta dicek ulang kenapa yang bersangkutan bisa masuk, apa memang sengaja minta diundang sebagai figur untuk membantu menyosialisasikan atau mengkampanyekan atau ada faktor lain, saya belum tahu. Nanti kita cek lagi, ya,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2021).

Penyuntikan vaksin Corona ke Helena Lim itu diketahui setelah viral video dari Insta Story di akun Instagram @helenalim899. Helena Lim dan rombongan tampak antre hingga mendapat vaksin COVID-19 di Puskesmas Kebon Jeruk.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko menyebut Helena merupakan pemilik Apotek Bumi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan membawa surat keterangan tenaga kesehatan saat divaksinasi. Yani mengatakan ada delapan orang yang ikut dalam rombongan Helena untuk divaksinasi COVID-19. Namun Yani tidak memerinci kapasitas orang-orang itu.

Baca juga !