Fri. Oct 7th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Aturan Baru Taliban Larang Cukur Jenggot Bagi Pria Afghanistan

3 min read

Kabul – Taliban kembali mengeluarkan aturan baru yang wajib dijalankan bagi warga negara Afghanistan. Kini para pria di Afghanistan dilarang bercukur jenggot.
Tak hanya cukur jenggot, mereka juga dilarang memainkan musik di tempat mereka. Semua aturan itu diklaim atas dasar hukum syariat Islam.

Seperti dilansir CNN, Senin (27/9/2021), larangan itu disampaikan dalam pernyataan yang dirilis Departemen Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan yang dipimpin Taliban, yang kini berkuasa di Afghanistan. Para tukang cukur di Provinsi Helmand pun terdampak akibat larangan tersebut.

Aturan baru ini menandai serentetan pembatasan yang diberlakukan terhadap warga Afghanistan yang didasarkan pada interpretasi Taliban terhadap hukum syariat Islam.

“Anda segera diberitahu bahwa mulai hari ini, mencukur jenggot dan memainkan musik di tempat pangkas rambut dan tempat pemandian umum dilarang keras,” demikian bunyi pernyataan otoritas setempat pada Minggu (26/9) waktu setempat.

“Jika ada tempat pangkas rambut atau pemandian umum yang kedapatan mencukur jenggot siapa pun atau memainkan musik, mereka akan ditindak sesuai prinsip-prinsip syariah dan mereka tidak akan memiliki hak untuk mengeluh,” imbuh pernyataan tersebut.

Kelompok Taliban sebelumnya menyatakan bakal menerapkan aturan yang lebih lunak kepada warganya dibandingkan kepemimpinan mereka pada dua dekade yang lalu di Afghanistan.

Namun pernyataan itu tidak sejalan dengan fakta yang ada di lapangan. Ada banyak laporan soal perlakuan kasar dan kejam oleh Taliban sejak kelompok ini berkuasa pada pertengahan Agustus lalu, mulai dari penahanan dan penyerangan terhadap wartawan, kemudian penggunaan cambuk terhadap wanita yang ikut unjuk rasa, hingga hukuman gantung di depan umum bagi pelaku kejahatan.

Tak hanya itu, perempuan di Afghanistan juga terdampak sejumlah aturan baru yang diterapkan Taliban. Taliban tidak mengizinkan perempuan untuk melanjutkan pendidikan padahal sebelumnya mereka berjanji akan memperbolehkan perempuan bersekolah.

Sejauh ini, hanya laki-laki Afghanistan yang diserukan untuk kembali bersekolah oleh Taliban.

Aturan larangan pendidikan ini sebetulnya pernah diberlakukan juga saat Taliban berkuasa antara tahun 1996 hingga 2001 silam. Saat itu, Taliban melarang perempuan untuk menempuh pendidikan dan bekerja, dan sangat membatasi hak-hak mereka.

Sekarang, perempuan Afghanistan juga mendapatkan perlakuan serupa. Para perempuan bahkan tidak disertakan dalam pemerintahan baru Taliban, dan bahkan dalam beberapa kasus diperintahkan meninggalkan tempat kerja mereka.

Aturan Potong Tangan
Beberapa hari yang lalu, Taliban juga mengeluarkan pernyataan terkait penerapan hukuman kontroversial di Afghanistan yang sempat disampaikan oleh Mullah Nooruddin Turabi, yang merupakan salah satu pendiri Taliban dan pernah menjabat kepala penegakan hukum Islam saat Taliban berkuasa di Afghanistan dua dekade lalu.

Pria yang kini berusia 60 tahun itu memperingatkan dunia untuk tidak mencampuri Taliban yang menjadi penguasa baru Afghanistan. “Tidak ada yang memberitahu kami seperti apa hukum kami seharusnya. Kami akan mengikuti Islam dan membuat hukum kami berdasarkan Quran,” tegasnya.

Turabi mengungkapkan alasan penerapan kembali hukuman berat sesuai interpretasi Taliban terhadap hukum Islam itu.

“Memotong tangan sangat diperlukan untuk keamanan,” cetus Turabi.

Turabi menegaskan bahwa para hakim, termasuk hakim wanita, akan mengadili kasus-kasusnya. Pondasi hukum Afghanistan, sebut Turabi, tetap Quran. Dia menegaskan hukuman yang sama akan diterapkan kembali.

Kendati demikian, Turabi menyatakan bahwa kabinet pemerintahan Taliban masih mempelajari apakah hukuman semacam itu akan dilakukan di depan umum seperti di masa lalu. Turabi juga menyatakan pemerintahan Taliban akan ‘mengembangkan sebuah kebijakan’ terkait itu.

Baca juga !