Sat. Feb 29th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Wall Street Tetap Menguat di Tengah Merebaknya Virus Korona

1 min read

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange in the Manhattan borough of New York, U.S., May 10, 2017. REUTERS/Brendan McDermid

NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup rebound pada perdagangan Rabu ditopang menguatnya pendapatan perusahaan raksasa digital, International Business Machines (IBM). Hal tersebut pun menarik investor kembali ke pasar saham, meski tetap waspada terhadap wabah virus korona di China.

Selain itu, Wall Street menguat karena saham-saham teknologi naik dibanding rata-rata saham utama AS. Dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat sehari setelah kekhawatiran virus mendorong aksi jual.

Dow Jones Industrial Average naik 59,26 poin atau 0,2% menjadi 29.255,3. Kemudian S&P 500 naik 9,61 poin atau 0,29% menjadi 3,330,4 dan Nasdaq Composite menambahkan 48,12 poin, atau 0,51% menjadi 9.418,93.

“Naik dan turunnya pasar saham penilaian jangka pendek. Jadi investor harus tetap berhati-hati karena masalah harga,” ujar kata Managing sebuah perusahaan manajemen kekayaan Lenox, Matthew Keator, dilansir dari Reuters, Kamis (23/1/2020).

 

IBM membukukan pertumbuhan pendapatan kuartalan secara mengejutkan dan memperkirakan laba setahun lebih tinggi dari perkiraan. Sahamnya naik 3,2% dan memberikan sentimen positif bagi saham blue-chip pada indeks Dow. Saham lain yang mengalami penguatan seperti Philadelphia SE Semiconductor naik 1,0%.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, tujuh diperdagangkan di wilayah positif seperti Tech naik paling tinggi, sementara saham perusahaan energi mengalami penurunan terbesar. Kemudian, di tengah pelaporan laba kuartal, 58 perusahaan di S&P 500 melaporkan, 67,2% di antaranya telah mengalahkan ekspektasi analis.