izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Upaya Diplomasi AS untuk Akhiri Perang Armenia-Azerbaijan – NagaBola.net
Sat. Nov 28th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Upaya Diplomasi AS untuk Akhiri Perang Armenia-Azerbaijan

3 min read

Yerevan –

Amerika Serikat melakukan upaya diplomatik tingkat tinggi pertama untuk mengakhiri pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan, dalam pertemuan di Washington, Jumat (23/10).

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, akan mengadakan pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Azerbaijan dan Armenia guna mengakhiri perang yang berlangsung selama hampir empat minggu memperebutkan Nagorno-Karabakh.

Langkah ini dilakukan di tengah perkiraan jumlah korban yang diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang disebutnya mencapai hampir 5.000 orang.

Upaya gencatan senjata sejauh ini gagal. Azerbaijan mengklaim terus melakukan serangan untuk menguasai kembali wilayah yang dikuasai etnik Armenia. Azerbaijan mengatakan mereka menguasai kawasan di selatan yang berbatasan dengan Iran.

Warga di Shusha, Nagorno Karabakh yang terkungkung perang.

Warga di Shusha, Nagorno Karabakh yang terkungkung perang. (EPA)

 

Armenia dan Azerbaijan saling tuduh menyerang daerah permukiman di tengah konflik.

Azerbaijan mengatakan pekan lalu misil Armenia menewaskan 13 warga sipil di Ganja, kota tak jauh dari garis depan.

Sementara Armenia menuduh Azerbaijan membom daerah perumahan di ibu kota Nagorno Karabakh, Stepanakert.

Jumlah yang disebut Putin terkait korban dalam hampir empat minggu ini, jauh lebih tinggi dari angka kematian yang dilaporkan kedua belah pihak.

Putin mengatakan bahwa dia berbicara kepada kedua belah pihak beberapa kali sehari, dan tidak akan memihak dalam konflik.

 

Dia mengatakan bahwa Moskow tidak setuju dengan Turki – yang mendukung Azerbaijan – atas konflik tersebut.

Menlu Armenia Zohrab Mnatsakanyan bertemu dengan Mike Pompeo Jumat (23/10).

Menlu Armenia Zohrab Mnatsakanyan bertemu dengan Mike Pompeo Jumat (23/10). (Reuters)

 

Presiden Rusia juga meminta Amerika Serikat untuk membantu mengupayakan perdamaian di wilayah tersebut.

Armenia menuduh Azerbaijan melanggar gencatan senjata kemanusiaan di Nagorno-Karabakh, dan begitu pula sebaliknya.

Pertempuran berkobar bulan lalu di wilayah itu, yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dikendalikan etnis Armenia.

Ini adalah konflik terburuk sejak perang selama enam tahun di wilayah tersebut yang berakhir dengan gencatan senjata pada tahun 1994.

 

Apa yang dikatakan Putin?

A picture provided by the Armenian Defence Ministry Press Office via PAN Photo shows Armenian soldiers fire during military combat with the Azerbaijani army in the Nagorno-Karabakh Republic

Pasukan Armenia dalam konflik Nagorno-Karabakh (EPA)

 

Rusia berada dalam aliansi militer dengan Armenia dan memiliki pangkalan militer di negara tersebut. Namun, Rusia juga memiliki hubungan dekat dengan Azerbaijan.

“Ada banyak korban dari kedua sisi, lebih dari 2.000 dari masing-masing pihak,” kata Putin pada pertemuan yang disiarkan stasiun televisi, dan menambahkan bahwa jumlahnya “mendekati 5.000”.

Ini jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, dengan jumlah kematian resmi yang dilaporkan masih di bawah 1.000.

Otoritas Nagorno-Karabakh mengatakan 874 personel militernya dan 37 warga sipil telah kehilangan nyawa sejak 27 September.

Azerbaijan mengatakan 61 warga sipil Azeri tewas, tetapi belum mengumumkan jumlah korban militernya.

Putin menambahkan bahwa dia terus berkomunikasi dengan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, dan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, dan mengatakan tidak akan memihak.

“Saya berbicara dengan mereka di telepon beberapa kali sehari,” katanya.

Putin mengatakan dia tidak setuju dengan Turki atas konflik tersebut. Ia menambahkan bahwa Presiden Turki Tayyip Erdogan “mungkin tampak keras, tetapi merupakan politisi yang fleksibel dan mitra yang dapat diandalkan untuk Rusia”.

Turki telah berjanji untuk mengirim tentara dan memberikan dukungan militer untuk Azerbaijan jika diminta.

Warga di Shusha of Nagorno-Karabakh

Konflik adalah perang yang paling parah sejak 1994 (EPA)

 

Putin juga meminta AS untuk “bekerja bersama” dengan Rusia untuk mengakhiri pertempuran.

Pembicaraan antara Armenia dan Azerbaijan diperkirakan akan berlangsung di Washington pada hari Jumat (23/10), ketika Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dijadwalkan bertemu dengan menteri luar negeri kedua negara.

AS, Rusia, dan Prancis adalah pimpinan bersama kelompok mediasi OSCE Minsk, yang menyerukan gencatan senjata.

 

Apa yang terbaru di Nagorno-Karabakh?

Meskipun gencatan senjata yang ditengahi Rusia disepakati pada akhir pekan, pertempuran terus berlanjut dan ratusan orang tewas.

Azerbaijan melaporkan pertempuran di beberapa daerah pada hari Kamis, dan menuduh Armenia menembakkan tiga rudal balistik ke Azerbaijan. Armenia membantahnya.

Armenia juga melaporkan pertempuran di beberapa lokasi, sementara para pejabat mengatakan kota Martuni dan desa-desa terdekat telah dibom.

Perdana menteri Armenia mengatakan tidak ada solusi diplomatik “pada tahap ini”.

Nagorno-Karabakh – fakta-fakta kunci

  • Wilayah pegunungan dengan luas 4.400 km2
  • Dihuni oleh warga Kristen dari etnis Armenia dan warga Muslim dari Turki
  • Pada era Soviet, menjadi wilayah otonomi di dalam Republik Azerbaijan
  • Secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, namun didominasi oleh etnis Armenia
  • Diperkirakan sekitar satu juta orang mengungsi akibat konflik yang terjadi pada 1988-1994, dan sekitar 30.000 tewas
  • Pasukan separatis merebut beberapa wilayah tambahan di sekitar kantong di Azerbaijan pada perang tahun 1990-an
  • Kebuntuan sebagian besar terjadi sejak gencatan senjata tahun 1994
  • Turki secara terbuka mendukung Azerbaijan
  • Rusia memiliki pangkalan militer di Armenia

Baca juga !