Mon. Dec 9th, 2019

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Skema Barter Perdagangan Iran Hingga Penembakan New Orleans

2 min read

Jakarta,  Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia sepanjang akhir pekan kemarin. Mulai dari Enam negara Eropa siap menggunakan skema barter perdagangan dengan Iran hingga Penembakan di New Orleans yang menewaskan dua orang serta 10 lainnya luka-luka. Semua dirangkum CNNIndonesia.com dalam kilas internasional.

1. Enam Negara Eropa Siap Gunakan Skema Barter dengan Iran

Enam negara anggota Uni Eropa akan ikut menggunakan skema barter melalui instrumen untuk mendukung perdagangan dengan Iran (Instrument in Support of Trade Exchange/INSTEX). Keenam negara, Belgia, Denmark, Finlandia, Belanda, Norwegia, dan Swedia, akan mengikuti jejak Perancis, Jerman dan Inggris yang merupakan pemrakarsa instrumen tersebut tersebut.

Sebelumnya, INSTEX dirancang untuk melindungi perdagangan dengan Iran di tengah pengenaan sanksi Amerika Serikat (AS). Pengenaan sanksi AS terhadap Iran merupakan konsekuensi dari mundurnya AS dari kesepakatan nuklir Iran pada tahun lalu.

Melalui skema tersebut perdagangan dengan Iran tidak perlu menggunakan dolar AS.

2. Penembakan di New Orleans, 2 Tewas dan 10 Terluka

Dua penembakan terjadi di New Orleans, Amerika Serikat pada Minggu (1/12) pagi waktu setempat. Dilaporkan dua orang tewas dan 10 lainnya terluka dalam penembakan yang terjadi di dua lokasi berbeda.

Penembakan pertama terjadi Minggu pagi di tempat yang populer bagi para wisatawan, Canal St between Bourbon, French Quarter. Beberapa jam kemudian Chartres streets penembakan kedua terjadi dan menewaskan dua pria serta melukai dua lainnya.

Polisi mengatakan kedua penembakan itu masih dalam penyelidikan. Pihak berwenang sejauh ini belum menyimpulkan ada keterkaitan di antara kedua penembakan itu.

3. Usai ‘Minggu Tenang’, Bentrokan Kembali Terjadi di Hong Kong

Aparat kepolisian Hong Kong kembali terlibat bentrok dengan puluhan ribu demonstran pada Minggu (1/12). Polisi beberapa kali menembakkan gas air mata dan semprotan merica ke arah kerumunan massa yang berpakaian serba hitam.

Aksi protes ini terjadi sepekan setelah para calon pro-demokrasi terpilih dalam pemilihan dewan distrik. Unjuk rasa tersebut pun mengakhiri ‘minggu tenang’ yang sempat terjadi usai serangkaian aksi demonstrasi besar-besaran terjadi sejak hampir enam bulan terakhir.

Bentrokan ini juga menandai dimulainya kembali konfrontasi antara pengunjuk rasa dan polisi. Dimana aparat menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa, termasuk anak-anak di dalamnya.

Baca juga !