Sering Minum Bubble Tea, Gadis 14 Tahun Derita Gangguan Pencernaan

Sejak kemunculannya bertahun-tahun lalu, bubble tea masih menjadi salah satu minuman populer saat ini. Muncul dalam berbagai merek dan harga, minuman asal Taiwan itu punya banyak penggemar di berbagai negara. Tidak heran jika kita sering menemukan produk minuman ini di berbagai tempat

Soal kenikmatan, jangan diragukan. Minuman yang identik dengan pearl atau boba dan beragam topping itu menawarkan pilihan tak terbatas bagi penggemarnya. Namun, bagi Anda pecinta bubble tea, ada baiknya berhati-hati. Seorang gadis berusia 14 tahun di China harus dilarikan ke rumah sakit setelah menderita konstipasi yang berlangsung selama lima hari gara-gara konsumsi bubble tea berlebihan.

Remaja yang berasal dari Provinsi Zhejiang itu awalnya mengeluh tidak bisa makan dan menderita sakit perut sebelum orangtuanya memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Begitu dilansir dari Next Shark, Senin, 10 Juni 2019.

Saat tiba di rumah sakit, dokter tidak dapat menentukan penyebab pasti dari konstipasi yang ia derita. Namun, setelah dilakukan CT scan, terlihat banyak pearl atau boba yang tidak tercerna alias masih dalam bentuk utuh di dalam perut sang gadis.

Berdasarkan hasil CT scan, jumlah boba yang signifikan di dalam perutnya dalam waktu lama karena ia sering minum bubble tea, menyebabkan sang gadis menderita gangguan pencernaan. Ia kemudian diresepkan obat pencahar untuk membantu meringankan konstipasi.

Sementara itu, dokter lain memperingatkan masyarakat bahwa boba dalam bubble tea, yang umumnya terbuat dari tepung tapioka, juga dapat mengandung zat tambahan, seperti pengental dan pengawet yang sulit dicerna tubuh. Konsumsi bubble tea secara berlebihan dan terus menerus dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kata dokter tersebut.