izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Psikolog Ini Klaim Lagu Young Lex Berpengaruh Buruk untuk Anak – NagaBola.net
Mon. Oct 26th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Psikolog Ini Klaim Lagu Young Lex Berpengaruh Buruk untuk Anak

1 min read

JAKARTA – Lagu Lah Bodo Amat yang dirilis rapper Young Lex pada 30 Juli 2019, menuai protes keras dari psikolog Dedy Susanto. Lewat akun Instagram pribadinya, Dedy menyebut lagu tersebut memberikan contoh buruk untuk anak-anak.

Bahkan Dedy mengklaim, lagu tersebut mendorong anak-anak bersikap kasar kepada orangtua mereka. “Yth. Youtuber yang di vlognya mengampanyekan lirik ‘bodo amat bacot amat’, kamu tahu enggak banyak anak kecil mengucapkan kalimat itu ke orangtuanya sendiri?” ujar Dedy dalam unggahannya, pada 2 Agustus 2019.

Psikolog Dedy Susanto memprotes keras keberadaan lagu Lah Bodo Amat milik rapper Young Lex. (Foto: Instagram/@dedysusantopj)

Dalam lanjutannya, Dedy Susanto pun meminta Young Lex untuk menghapus video musik lagu tersebut. Dia khawatir, akan semakin banyak anak-anak yang terpapar video tersebut.

“Kami meminta, video itu segera dihapus sebelum lebih banyak lagi anak-anak yang meniru. Kita semua punya tanggung jawab sosial tidak hanya asal berkarya,” kata Dedy lagi.

Merespons keresahan Dedy Susanto tersebut, Young Lex kemudian angkat bicara. Dia meminta sang psikolog untuk terlebih dulu menyajikan bukti berupa video atas tuduhannya tersebut.

“Saya minta bukti data realnya dong, bukan dari asumsi dan kata orang. Yang Anda maksud banyak itu berapa ya? Sebut secara signifikan. Terima kasih pak dokter,” tutur Young Lex.

Sang psikolog meminta Young Lex untuk menurunkan lagu Lah Bodo Amat dari YouTube. (Foto: Instagram/@dedysusantopj)

Rapper bernama asli Samuel Alexander Pieter itu kemudian menambahkan, “Yang pasti setiap angka yang terhitung harus ada bukti realnya berupa video. Apabila ada 1.000 anak, berarti saya minta ada 1.000 video anak yang berbeda.”*