Mon. Apr 6th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

PPP: Penyetopan Umrah Secara Mendadak Merugikan Jamaah Indonesia

2 min read

JAKARTA – Kerajaan Arab Saudi memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan ibadah umrah dan kunjungan ke Masjid Nabawi, sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

Mengenai hal itu, Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi berharap otoritas Kerajaan Arab Saudi dapat membuka kembali jalur ibadah umrah. Namun, dengan catatan dibarengi dengan memperketat pemeriksaan bagi jamaah yang akan ke sana.

”Kami berharap pemerintah Arab Saudi segera membuka jalur umrah dengan memperketat pemeriksaan. Karena umrah ini ibadah bukan perjalanan biasa yang setiap umat Islam mengimpikan untuk menjalankannya,” kata Baidowi, Jumat (28/2/2020).

Karena itu, pria yang biasa disapa Awiek ini mendorong pemerintah agar dapat melakukan lobi kepada pemerintah Arab Saudi. Bahkan, dia ingin kebijakan ini justru nantinya mengganggu ibadah Haji tahun 2020.

“Pemerintah harus turun tangan untuk mengatasi persoalan ini melalui lobi-lobi kepada pemerintah Arab Saudi terkait kebijakan. Kebijakan pemerintah Arab Saudi ini jangan sampai mengganggu musim haji tahun 2020,” tegas Awiek.

Kakbah Foto Bahaudin MCH

Awiek memandang penghentian sementara pelaksanaan ibadah umrah ini sangat merugikan jamaah asal Indonesia. Bahkan, di antaranya terdampar di bandara usai tak bisa berangkat ke Arab Saudi.

“Penyetopan umrah secara mendadak tersebut sangat merugikan jamaah asal Indonesia, bahkan sebagian dari mereka keleleran di bandara,” papar dia.

 

Selain itu, Awiek mengatakan, agar pihak penyedia jasa harus bertanggung jawab mengembalikan dana jamaah yang sudah disetorkan baik jasa penerbangan, penginapan maupun transportasi yang belum dinikmati jamaah.

“Pihak penyedia jasa harus bertanggung jawab mengembalikan dana jamaah yang sudah disetorkan,” kata Awiek.

Diketahui sebelumnya, Kerajaan Arab Saudi memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan ibadah umrah dan kunjungan ke Masjid Nabawi, sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

Dikutip dari Voa Indonesia, Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, kebijakan itu hanya untuk warga dari negara-negara yang suspect korona.

Namun, ia akan memastikan informasi ini lebih jauh kepada Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, termasuk soal apakah Indonesia akan terkena dampak kebijakan ini.

Bendahara Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Tauhid Hamdi meminta calon jamaah umrah di Indonesia tak panik dan tetap mengikuti aturan dari Arab Saudi.

“Minta tetap mengikuti aturan arab saudi yg sipatnya sementara untuk kebaikan kita semua,” kata Tauhid, kepada Okezone, Kamis 27 Februari.

Baca juga !