izmir escort alsancak escort izmir rus escort bornova escort buca escort escort izmir cratosslot baymavi vdcasino asyabahis tipobet Politisi Oposisi Turki Terancam Bui 17 Tahun karena Postingan 6 Tahun Lalu – NagaBola.net
Wed. Oct 28th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Politisi Oposisi Turki Terancam Bui 17 Tahun karena Postingan 6 Tahun Lalu

2 min read

Istanbul – Politisi oposisi Turki, Canan Kaftancioglu telah ditangkap atas serangkaian postingan di Twitter yang mengkritik pemerintah dan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Perempuan itu terancam hukuman penjara maksimum 17 tahun atas dakwaan menghina presiden, menyebarkan propaganda teroris dan menghasut kebencian lewat cuitan-cuitannya antara tahun 2012-2017. 

Seperti dilansir Efe news, Sabtu (29/6/2019), postingan Twitter yang dipermasalahkan tersebut kebanyakan adalah postingan enam tahun lalu, yakni saat aksi-aksi demo massal untuk memprotes pembangunan kembali Taman Taksim Gezi di Istanbul pada tahun 2013. Aksi demo yang awalnya berskala kecil itu, kemudian meluas menjadi skala nasional setelah polisi menggunakan gas air mata dan meriam air terhadap para demonstran damai. 

Saat itu, Erdogan — yang ketika itu menjabat sebagai Perdana Menteri Turki –– mengecam para demonstran sebagai penjarah dan pengacau. Dalam salah satu cuitannya di Twitter, Kaftancioglu menyamakan pemerintah Turki dengan “pembunuh berantai” setelah seorang remaja berumur 14 tahun, Berkin Elvan tewas akibat granat gas air mata saat demonstrasi.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (29/6/2019), Kaftancioglu juga didakwa menyebarkan propaganda teroris atas postingannya di Twitter menyusul pembunuhan tiga aktivis Kurdi di Paris, Prancis pada tahun 2013. Saat itu, Kaftancioglu mengutip kata-kata yang pernah dilontarkan salah satu aktivis Kurdi tersebut, Sakine Cansiz, seorang pendiri partai Kurdi, Kurdistan Worker’s Party (PKK) yang telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah Turki. 

“Sejarah umat manusia dimulai dengan seorang wanita. Kemanusiaan hilang karena hal-hal yang dilakukan pada wanita,” demikian cuitan Kaftancioglu saat itu.

Kaftancioglu merupakan kepala partai oposisi, Partai Rakyat Republik (CHP) cabang Istanbul, yang dianggap sebagai motor kemenangan Ekrem Imamoglu dalam pemilihan wali kota Istanbul. Dalam pilkada yang diulang tersebut, Imamoglu berhasil mengalahkan kandidat dari partai berkuasa AKP pimpinan Erdogan. Kemenangan tersebut menandai kekalahan signifikan pertama bagi Erdogan selama dirinya berkuasa.

Selain Kaftancioglu, banyak pengkritik Erdogan yang telah menghadapi dakwaan “menghina presiden” sejak pemimpin AKP itu menjabat. Pada tahun 2017, lebih dari 2 ribu orang dilaporkan telah dinyatakan bersalah atas dakwaan “menghina presiden” dan banyak lainnya yang kasusnya masih dalam proses persidangan pada tahun 2018.

Baca juga !