Sat. Sep 26th, 2020

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Perjanjian Israel-UEA-Bahrain Resmi Diteken, Trump: Awal Timteng yang Baru

2 min read

Washington DC –

Perjanjian damai antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain telah resmi diteken di Gedung Putih, Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump menyebutnya sebagai ‘awal bagi Timur Tengah (Timteng) yang baru’.

Seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2020), penandatanganan perjanjian damai dilakukan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) UEA, Abdullah bin Zayed Al-Nahyan dan Menlu Bahrain, Abdullatif al-Zayani, dalam seremoni di Gedung Putih pada Selasa (15/9) waktu setempat.

Trump turut hadir mengawasi penandatanganan tersebut. AS diketahui menjadi penengah dalam tercapainya kesepakatan menormalisasi hubungan antara Israel dengan UEA dan antara Israel dengan Bahrain. Ratusan tamu ikut hadir dalam seremoni tersebut di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang merajalela.

“Setelah beberapa dekade mengalami perpecahan dan konflik, kita menandai awal bagi Timur Tengah yang baru,” sebut Trump.

Disebutkan Trump bahwa perjanjian damai yang disebut ‘pengkhianatan’ oleh Palestina ini ‘akan berfungsi sebagai fondasi untuk perdamaian menyeluruh di seluruh kawasan (Timur Tengah)’.

Netanyahu dalam pidatonya menyebut hari penandatanganan itu sebagai ‘poros sejarah’ dan berterima kasih kepada Trump atas ‘kepemimpinannya yang menentukan’. “Ini menandai awal baru perdamaian. Pada akhirnya itu bisa mengakhiri konflik Arab-Israel untuk selamanya,” ucapnya.

“Kepada semua sahabat Israel di Timur Tengah, mereka yang ada bersama kita pada hari ini dan mereka yang akan bergabung dengan kita besok, saya mengucapkan assalamualaikum, damai bagimu, shalom,” imbuh Netanyahu.

Baik Trump maupun Netanyahu tidak menyebut Palestina dalam pidato mereka saat seremoni ini. Namun Menlu UEA dan Bahrain sama-sama menyinggung Palestina dalam pidato mereka sebelum penandatanganan dilakukan.

“Terima kasih telah memiliki perdamaian dan menghentikan aneksasi wilayah Palestina. Saya berdiri di sini hari ini untuk mengulurkan tangan perdamaian,” ucap Menlu UEA, Abdullah bin Zayed Al-Nahyan, kepada Netanyahu.

Sedangkan Menlu Bahrain, Abdullatif al-Zayani, dalam pidatonya menegaskan bahwa ‘solusi dua negara yang adil, komprehensif dan bertahan lama bagi konflik Palestina-Israel’ akan menjadi ‘landasan’ untuk perdamaian abadi di Timur Tengah.

Saat berbicara kepada Fox News, Trump menyatakan bahwa perjanjian damai ini akan memberi tekanan pada Palestina untuk juga bernegosiasi atau terancam ‘diabaikan’. “Palestina pada akhirnya akan bergabung juga,” cetus Trump. “Dan Anda akan mendapatkan perdamaian di Timur Tengah tanpa menjadi bodoh dan menembaki semua orang, dan membunuh semua orang, dan menumpahkan darah di seluruh pasir,” tandasnya.

Baca juga !