Chat with us, powered by LiveChat
Fri. Jul 19th, 2019

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

PAN soal Formasi Pimpinan MPR: Kalau Bisa, KIK Mau Ambil Semua

2 min read

Jakarta – Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate menyarankan eks pendukung Prabowo Subianto membentuk formasi pimpinan MPR RI sendiri dengan alasan supaya ada proses pemilihan. Menanggapi saran itu, PAN menilai NasDem tidak berniat mencari formasi pimpinan MPR yang terbaik.

“Kalaupun kita disuruh membuat kelompok baru, katanya kan supaya ada pemilihan saja. Ya, berarti niatnya bukan untuk mencari yang paling baik,” kata Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay saat dimintai tanggapan, Kamis (11/7/2019).

Sekjen NasDem Johnny G Plate sebelumnya menyebut Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan bermusyawarah untuk menentukan formasi pimpinan MPR. Tak hanya dengan parpol di KIK, musyawarah juga akan dilakukan bersama DPD RI.

Saleh sendiri mempersilakan parpol di KIK untuk musyawarah. Dia menuding KIK akan berusaha menguasai kursi pimpinan MPR.

“Kalau KIK sudah mulai membicarakannya, silakan saja, bagus-bagus saja. Toh pada akhirnya, kalau bisa, mereka kan mau ambil semua juga,” jelasnya.

PAN, sebut Saleh, belum terpikir untuk membentuk formasi pimpinan MPR. Dia menyebut pihaknya masih fokus bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pileg 2019.

“Masih lama sekali proses pemilihan pimpinan DPR/MPR. Itu kan nanti setelah pelantikan 1 Oktober. Sementara, banyak partai yang masih fokus memenangkan gugatan PHP (Perselisihan Hasil Pemilu) di MK,” tutur Saleh.

“Yang fokus di MK itu bukan hanya koalisi BPN, tetapi juga partai-partai yang ada di TKN. Semuanya masih berupaya mencari keadilan melalui jalur konstitusional di MK,” imbuhnya.

Sekjen NasDem Johnny G Plate sebelumnya memang menyarankan parpol-parpol di luar KIK membentuk formasi pimpinan MPR sendiri. Menurut Johnny, hal tersebut perlu dilakukan agar nantinya ada proses pemilihan.

“Ya kalau supaya demi pemilihan di MPR berlangsung dengan baik, lebih bagus Koalisi Indonesia Adil Makmur membentuk formasinya dengan kelompok DPD, dan Koalisi Indonesia Kerja membentuk formasinya dengan DPD. Sehingga ada pemilihan. Jangan sampai semuanya bergabung-gabung. Tetapi diskusi masih cair,” terang Johnny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/7).