You are here
Trump Desak Arab Saudi Beri Jawaban Hilangnya Wartawan di Turki INTERNASIONAL 

Trump Desak Arab Saudi Beri Jawaban Hilangnya Wartawan di Turki

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Arab Saudi untuk memberikan jawaban atas hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi usai mendatangi konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Pejabat-pejabat Turki menyebut jurnalis pengkritik pemerintah Arab Saudi itu dibunuh di dalam gedung konsulat Saudi.

Trump mengatakan, dirinya telah berbicara “lebih dari sekali” dan “di tingkat tertinggi” dengan mitra-mitra di Arab Saudi, yang merupakan salah satu sekutu terdekat Washington dan pasar kunci bagi industri senjata AS.

“Kita menuntut semuanya,” kata Trump kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/10/2018).

“Kita tak bisa membiarkan ini terjadi, pada para reporter, pada siapapun,” imbuhnya. “Kita sangat kecewa melihat apa yang terjadi. Kita tidak menyukainya dan kita akan mengungkap ini hingga ke dasarnya,” kata Trump.

Juru bicara Trump, Sarah Sanders mengatakan bahwa Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan asisten Trump sekaligus menantunya, Jared Kushner telah berbicara dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman dalam dua hari terakhir mengenai hilangnya Jamal Khashoggi.

Sanders mengatakan, dalam percakapan via telepon itu, “mereka meminta keterangan lebih detail dan agar pemerintah Saudi transparan dalam proses penyelidikan.”

Sejauh ini, pemerintah AS belum mengonfirmasi klaim pejabat-pejabat Turki bahwa Khashoggi yang bermukim di AS dan kerap melancarkan kritikan terhadap rezim Raja Salman dan putranya, Pangeran Mohammed, telah diperdaya untuk masuk ke gedung konsulat Saudi di Istanbul dan dibunuh oleh tim beranggotakan 15 orang yang dikirimkan pemerintah Saudi ke Istanbul.

Namun pada Rabu (10/10) waktu setempat, media ternama The Washington Post, tempat Khashoggi menjadi penulis kolom, melaporkan bahwa MBS sendiri yang memerintahkan operasi terhadap Khashoggi.

Khashoggi (59) menghilang sejak masuk ke dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu, untuk mengurus surat-surat resmi untuk keperluan pernikahannya dengan Cengiz yang warga negara Turki. Cengiz menemani Khashoggi namun tidak bisa masuk bersamanya. Dia pun menunggu di luar Konsulat Saudi namun Khashoggi tidak pernah keluar.

Sumber-sumber pemerintah di Turki menyatakan, kepolisian Turki meyakini bahwa jurnalis tersebut telah dibunuh di dalam gedung konsulat. Tuduhan ini telah dibantah pemerintah Saudi.

Khashoggi meninggalkan Saudi pada September 2017 lalu untuk bermukim di AS guna menghindari penangkapan atas sikap kritisnya terhadap pemerintah Saudi. Mantan penasihat pemerintah Saudi itu, telah secara terang-terangan mengkritik Putra Mahkota Saudi, dan menudingnya memperkenalkan era baru “ketakutan, intimidasi, penangkapan dan penghinaan publik.”

Related posts

Leave a Comment