You are here
Sensasi Makan di Atas Saung Ala Bumi Sampireun Kuliner 

Sensasi Makan di Atas Saung Ala Bumi Sampireun

Makan di restoran dengan nuansa yang nyaman di atas saung, belakangan menjadi tren. Konsep tempat makan yang asri dan alami, kini banyak dicari.

Di tengah menjamurnya restoran yang menyajikan menu makanan kekinian, makanan dengan konsep saung yang menyajikan aneka masakan khas Indonesia di atas air seperti Bumi Sampireun di kawasan BSD Tangerang ini paling banyak didatangi. Untuk Bumi Sampireun sendiri, sengaja mengusung tema Authentic Indonesian Food yang sudah sangat lekat dengan lidah masyarakat Indonesia.

VIVA pun berkesempatan untuk mengunjungi restoran tersebut. Dari pintu masuk suasana tanah Pasundan sudah begitu terasa, dengan hadirnya musik angklung. Selain itu dari sisi desain interior restoran ini terutama pada main dinningnya terdapat beberapa anyaman bambu di bagian langit-langit.

Suasana pedesaan semakin terasa dengan adanya saung-saung yang berdiri di atas danau-danau buatan di bagian luar. Gemericik suara air pun serasa membuat perasaan tenang dari ingar bingar kemacetan kota besar.

General Manager Bumi Sampireun, Carnelisia Valia, menyebut bahwa konsep ini ditawarkan pihaknya untuk mengakomodir keinginan para pelanggannya. Yang mana ketika menyantap masakan khas Indonesia, dengan suasana pedesaan akan terasa lebih nikmat.

“Buka di daerah kota, pinggir jalan tol, meski begitu kesan natural tetap berasa. Kita buat saung dua lantai tapi tetap ada danaunya. Enak makan sambil dikelilingi kolam, suasana yang alam dengan suara musik dan germericik air. Jadi enggak terasa seperti di perkotaan,” kata dia di lokasi, Selasa 9 Oktober 2018.

Bukan hanya itu saja, pihaknya juga menyediakan beberapa spot-spot menarik misalnya saja di area sekitar saung-saung, area air terjun hingga di beberapa patung-patung seperti tyrex hingga badak.

“Lahan kami terbatas antara 2000 hingga 3000 meter, kami berusaha sediakan spot foto ada patung-patung seperti banteng hingga tyrex,” kata dia.

Untuk menu makanannya sendiri, Valia menjelaskan tidak ada perbedaan dengan menu makanan yang ada di restoran sebelumnya. Beberapa di antaranya gurame bumbu acar kuning, patin bakar bambu, ayam pletok, gurame Parahiyangan hingga udang parapa.

Dari menu tersebut menu gurame Parahiyangan cukup menarik perhatian. Lantaran cara penyajiannya yang hampir mirip seperti makanan Korea. Gurame ini merupakan gurame fillet goreng disajikan dengan bihun, kacang goreng, tauge, cabai, jahe iris, mangga muda iris, bawang merah, dan bawang putih. Nantinya gurame itu dicampurkan dengan bahan tadi dan digulung menggunakan daun selada. Untuk harga yang ditawarkan berkisar dari Rp12 ribu hingga Rp195 ribu.

Related posts

Leave a Comment